Koordinator Parkir Pasar Banyuasin Irwansyah saat menggelar jumpa pers di kantornya PT Bintang Musi Jaya di Sukarami, Kamis (17/11).

Detak-Palembang.com – Viral di media sosial (sosmed) cekcok mulut di pasar Mega Asri Kabupaten Banyuasin dituding melibatkan oknum Brimob, ternyata hanya isapan jempol saja. Cekcok mulut diduga persoalan lahan parkir di lokasi tersebut

Hal itu diklarifikasi oleh Koordinator Parkir Pasar Banyuasin Irwansyah mengatakan, tidak ada oknum Brimob ikut terlibat dalam hal tersebut.

“Akibat viral-nya video cekcok mulut di pasar Mega Asri Banyuasin tidak ada keterlibatan oknum Brimob disana. Saya pertegas tidak ada oknum Brimob membekingi premanisme soal lahan parkir,”katanya saat menggelar jumpa pers di kantornya PT Bintang Musi Jaya di Sukarami, Kamis (17/11).

Diceritakan, dia memiliki saudara atau adik ipar berinisial EC melakukan pengamanan secara pribadi kepadanya. Lantaran sebelumnya dia menjadi korban penyerangan oleh kelompok Andre CS dan mendapatkan luka tusukan serta luka tebasan senjata tajam (sajam) jenis pedang.

“Dia adik ipar saya, saat itu mendengar ada preman dibawah oleh Salamun. Karena saya sempat menjadi korban luka tusukan jadi dia sebagai adik saya melakukan pengamanan. Dia memang anggota Brimob, tapi hanya mengawasi saya agar tidak lagi menjadi korban itu saja,”terangnya

Diakuinya saat itu terjadi cekcok mulut di lokasi dia langsung datang kesana pada hari Kamis (10/11) pukul 11.30 WIB. Dia menyebutkan kehadiran disana sebagai Koordinator Parkir Pasar Banyuasin sesuai SK yang diberikan kepada sebagai pengelola.

“Kehadiran saya juga jelas disana ditugaskan berdasarkan SK Nomor 094/073/ST/Diskoperindag/2022. Artinya jelas saya datang selaku pengelola parkir dan uang itu juga saya setor ke Kasda (Kas Daerah),”pungkasnya