Gbr ilustrasi

Detak-Palembang.com – Palembang , Para sopir truk asal luar daerah mulai khawatir setiap kali melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang, Sumsel. Mereka kerap dihadapkan dengan para preman yang mencuri bahkan merampas BBM cadangan yang mereka bawa.

Belum genap seminggu satu sopir truk dikeroyok dan dibacok, aksi serupa kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang sopir truk tronton pengangkut kendaraan (car carrier) tujuan Pekanbaru, Riau. Sejumlah car carrier yang membawa mobil baru dari Cibitung, Bekasi, Jawa Barat itu, hanya bisa pasrah merugi saat melintas di Jalan lintas Sumatera, Keramasan, Kertapati, Palembang.

“Kami itu kan konvoi empat truk tujuan ke Pekanbaru. Sebelumnya dari Cibitung sampai di Gerbang Tol Keramasan itu truk kami aman-aman saja,” kata sopir tonton asal Jakarta, Tomi Ahmad kepada kepada awak media Sabtu (5/11/2022).

Sopir asal Jakarta Dirampok-Dibacok di Jalinsum PalembangTomi mengatakan, peristiwa yang menimpa sejumlah rekannya itu terjadi pada Selasa (1/11) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Pelaku yang berjumlah lima orang tanpa basa basi mengambil lima jeriken yang masing-masing berisi 35 liter solar dari dua tronton tersebut.

“Kejadiannya itu saat kami memutar balik di depan SPBU Keramasan itu, karena ada penutupan jalan. Di sana kami melihat ada lima orang, mereka mengambil jeriken solar cadangan kami. Mereka ini seolah-olah mau ngatur jalan gitu,” katanya.

Menurutnya, ia dan rekannya enggan melawan kelima pelaku karena takut. Mereka takut mobilnya dirusak bahkan dianiaya seperti sopir truk asal Jakarta, Rivando yang harus dioperasi karena mencoba melawan para pelaku saat BBM cadangannya truknya dicuri.

“Kami pasrah, mau melawan takut, takut dibacok kayak sopir box kemarin. Jadi dari total lima jeriken itu kalau di uangkan kerugian kami sekitar Rp 1 juta. Kami sengaja bawa BBM cadangan karena susah cari solar di jalan,” ungkapnya.

Terkait kejadian itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengaku pihaknya tidak akan tinggal diam. Pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di

sekitar lokasi kejadian untuk menangkap para pelaku.

“Tim sudah kita turunkan untuk melakukan penyisiran dan menangkap para pelaku tersebut,” kata Kompol Agus.