Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi saat gelar perkara

Detak-Palembang.com – Warga Palembang harus hati-hati dan cermat membeli madu, apakah asli atau oplosan. Lantaran Polrestabes Palembang menggerebek home industri madu oplosan.

Berdasarkan rilis penangkapan di Mapolrestabes Palembang Jumat (20/5/22).

Pengerebekan dilakukan oleh Tim Beguyur Bae Opsnal Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Palembang di Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II, Palembang, Kamis (19/5/22) pukul 13.30.

Owner home industri Henky Fadly (33) warga IB ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu satu pelaku lagi Paharudin (45) sebagai pembuat madu oplosan.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, penangkapan atas kerjasama masyarakat atas informasi diberikan kepada pihaknya.

“Mendapati informasi dari masyarakat anggota kita melakukan penyelidikan sehingga berhasil mengamankan para pelaku,” katanya, Jumat (20/5/2022).

Dilanjutkannya, madu oplosan dibuat menggunakan air CMC di campur dengan gula. Lalu di campur Citron (Zat Asam) dan susu bubuk di campur dengan air sebanyak 15 liter per 50 Kilogram (Kg).

“Dari keterangan pelaku Paharudin ke anggota kita pelaku kemudian meletakkan bahan tersebut ke atas kompor sampai air mendidih selama kurang lebih dua jam, lalu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang lain lalu di campurkan dengan madu dari lebah sialang,” katanya.

Selain mengamankan pelaku turut diamankan barang bukti berupa delapan Dirigen Madu Manis 25 Kg, satu Ember Cat berisikan Madu Hitam Manis, satu Ember Cat berisikan Madu Hitam Pahit, lima Kilogram Gula Pasir, satu Biang Susu, satu bungkus Tepung Tapioka, satu bungkus Pengental Pengeras merk Vita dan beberapa bukti lainnya.

Ditanyakan Pembuat Madu Oplosan Paharudin mengatakan, dia mendapatkan upah sebulan Rp 1 juta.

“Saya baru 8 bulan bekerja membuat madu oplosan ini,”katanya