Akhmad Mustain,

Detak-Palembang.com – Palembang , Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang, Akhmad Mustain, mengatakan pihaknya terus berupaya menuntaskan persoalan sampah di kota ini. 

Antara lain dengan menerapkan insenerator, yang bekerja sama dengan PT Indo Green Power. 

Menurut Mustain, metode pengolahan sampah dengan insenerator ini ramah lingkungan.

“Hanya menyisakan sedikit residu (ampas/ endapan) dari setiap pengolahan sampah,” ujarnya, Rabu (28/9/2022).

Mustain menyebutkan, teknologi insenerator ini dapat mengurai sampah sampai 90 persen. 

Dengan kapasitas 1.000 ton sampah yang diolah, hanya menyisakan residu 100 ton. 

“Dan dari 100 ton residu itu, 80 persen bottom es untuk bahan baku conblok, dan 20 persen play es untuk bahan baku pabrik semen,” ujar Mustain. 

Dengan sampah yang dihasilkan oleh setiap orang per harinya 0,7kg, maka ada 1.200 ton sampah per hari yang harus diangkut.

Mustain mengatakan 200 ton sampah tersisa yang tidak masuk ke insenerator akan masuk ke TPA Karya Jaya.

“Kami berharap 200 ton ini yang diolah menjadi nilai ekonomi oleh masyarakat lewat bank sampah,” jelasnya.

Nilai investasi untuk insenerator ini senilai Rp1,7 triliun di 2018 dan menjadi Rp2 triliun di 2022 karena terpengaruh oleh Inflansi dan lainnya, sehingga nilainya naik. 

Mustain menjelaskan, pembangunan insenerator ini merupakan investasi murni dari Indo Green Power, dengan pabrik dibangun dari mereka tanpa ada aset dari Pemkot Palembang. 

“Kita nanti dari Pemerintah Kota Palembang menggunakan jasa mereka untuk membakar sampah yang ada sebagai upaya juga menyelesaikan persoalan sampah di Kota Palembang,” demikian Mustain. (*)