Detak-Palembang.com. – LUBUKLINGGAU – Dunia pendidikan saat ini semakin tergerus dengan jiwa yang mengedepankan materialistik dan rendahnya semangat gotong-royong. Bahkan keberadaan guru sudah tidak lagi dihormati anak murid dan orang tuanya. Demikian disampaikan Ketua ICMI Sumsel, Dr H Heri Amalindo saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Public Lecture yang diselenggarakan STAI BS Lubuklinggau, Jumat (2/12).

“Jiwa gotong-royong semakin memudar akibat kemajuan teknologi. Guru tidak lagi dihormati bahkan dilaporkan ke aparat hukum akibat kesalahan yang sedikit ketika mendidik. Tentu hal ini sangat memprihatikan,” kata Bupati Pali yang menjadi pembicara utama dalam seminar dengan tema, Pendidikan Sumsel Perspektif para Cendia.

Padahal menurut Heri, pendidikan sangat penting dan mutlak diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Selain itu, perlu pula membangun kedisiplinan, tidak mengeluh dan harus sungguh-sungguh. Kemudian memberikan reward atau penghargaan terhadap prestasi juga penting dilakukan untuk memberikan motivasi.

“Kita juga wajib memelihara kejujuran dan banyak bersyukur untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan. Intinya ilmu agama perlu diamalkan secara konsisten. Untuk para pemuda, jangan jadi generasi ‘besak’ gengsi,” ucap Heri.

Sebagai kepala daerah, Heri mengaku sudah memprioritaskan pendidikan dengan merealisasikan alokasi anggaran minimal 20 persen untuk pendidikan. Pemkab Pali selalu menyalurkan baesiswa kepada masyarakat yang kurang mampu dan berprestasi minimal

“Demikian pula S2 dan $3, kami tawarkan masyarakat untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Sebab bagi kami, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Ilmu tak habis dipakai,” tambah Heri.

Ia mencontohkan, Jepang yang kini sudah menjadi salah satu negara sangat maju padahal dua kota utamanya hancur lebur saat perang dunia. Sebab selama lebih dari 25 tahun tepatnya dari tahun 1945 hingga 1970, Jepang memprioritaskan pendidikan hingga tidak ada pembangunan fisik. Selain itu, Jepang mengedapankan kedisiplinan dan tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademis.

Untuk diketahui, kegiatan Seminar Public Lecture ini dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) STAI Bumi Silampari Lubuklinggau. Selain Dr H Heri Amalindo, penyelenggara juga menghadirkan keynote speaker lainnya. Yakni Ketua STAI BS Lubuklinggau, Ngimanudin dan Kaprodi HTN STAI BS Lubuklinggau, Ongky Alexander. Hadir pula Ketua PWI Lubuklingga, Iman Santoso. (dkj)