Detak-Palembang.com – Muaradua – Oku Selatan , Polisi telah menangkap ketiga pelaku yang memutilasi pelajar SMP, AS (13), di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), yang jasad ditemukan di kebun kopi dengan kondisi tidak utuh. Polisi pun menjelaskan bagaimana cara para pelaku menghabisi nyawa korban.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha mengatakan peristiwa pembunuhan sadis itu dilakukan ketiga pelaku, FM (18), HR (19) dan HD (14) pada Rabu (23/11/2022) sekitar pukul 08.00 WIB, di kebun kopi, Desa Pematang Danau, Sindang Danau, OKU Selatan.

“Kejadian itu bermula ketika korban yang saat itu baru saja pulang dari rumah tersangka FM. Kemudian, FM langsung memberitahu tersangka HR bahwa korban sudah pulang,” kata Indra, Rabu (7/12/2022).

Mendapat informasi itu, pelaku HR bersama HD langsung bergerak berencana untuk menghadang korban di perjalanan. Saat itu, keduanya menunggu korban di persimpangan Desa Muara Sindang Ilir, Sindang Danau. Sementara pelaku FM, terus mengikuti korban dari belakang.

“Tersangka HR dan HD menunggu di Simpang Tiga Tenggalingan di Desa Muara Sindang Ilir. Dan, pada saat korban pulang, tersangka FM mengikuti korban dari belakang, kemudian saat korban tiba di Simpang Tiga Tenggalingan korban diberhentikan oleh tersangka HR dan HD, ” kata Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Acep Yuli Sahara, dilansir dari detikSumut .

Selanjutnya, ketika melihat korban tanpa basa basi pelaku HD langsung memukul korban dengan menggunakan tangan. Di saat bersamaan, pelaku Herdi menutup wajah korban dengan jaket yang digunakan korban. Korban kemudian mereka bawa ke kebun kopi yang berada di Desa Pematang Danau Tengah, Sindang Danau.

“Pada saat di kebun kopi, korban dipukul oleh tersangka HD dengan menggunakan tangan di bagian mulut sebanyak tiga kali, kemudian tersangka HD memukul korban dari arah belakang dengan menggunakan sepotong kayu ke arah leher korban sehingga korban terjatuh,” katanya.

Melihat korban terjatuh, para pelaku bukannya mau berhenti melainkan terus menganiaya korban. Kedua pelaku lalu menusuk korban dengan pisau hingga tewas.

Usai memastikan korban tewas, lanjutnya, pelaku HD kemudian menyeret tubuh korban ke area kebun. Jasad korban mereka tutupi dengan dedaunan agar aksi mereka tidak ketahuan warga sekitar.

“Jasad korban kemudian ditarik tersangka HD sejauh lebih kurang 5 meter dari TKP. HD pun menutupi tubuh korban dengan daun kayu manis,” katanya.

Para pelaku tak hanya membunuh korban. Semua harta benda yang saat itu dibawa korban juga raib digasak para pelaku, seperti sepeda motor dan ponsel.

“Setelah itu, tersangka HR dan HD mengambil motor dan HP milik korban, kemudian terhadap motor dan handphone korban dijual oleh tersangka FM,” terangnya.

Setelah itu para pelaku pulang dan kabur secara berpencar. Aksi para pelaku akhirnya terbongkar setelah warga dihebohkan penemuan mayat korban pada Sabtu (3/12/2022) lalu. Para pelaku pun akhirnya ditangkap polisi satu-persatu saat bersembunyi di kediaman masing-masing.