Detak-Palembang.com PALEMBANG – Aparat kepolisian Polda Sumsel berhasil menangkap pelaku penembakan Kepala Unit Reskrim Polsek Mesuji Makmur Aipda Anumerta Aprizal yang digelar perkara RS Bhayangkara Jumat,(2/8).

Pelaku yang diduga kuat penembak bernama Jonhen (40) pada saat ditangkap pun membawa senjata api (senpi) jenis revolver meninggal karena tenggelam.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, pihaknya sudah menangkap dua pelaku komplotan perampok. Yakni Jonhen (40) dan Darmawan dan empat lainnya masih buron.

“Akhirnya kasus penembakan anggota kita berhasil diungkap. Salah satunya meninggal karena nekat melompat ke sungai dalam keadaan diborgol,”kata Supriadi di kamar mayat RS Bhayangkara Jumat,(2/8)

Dilanjutkan kasus ini menjadi atensi Kapolda Sumsel hingga Polres OKI dititahkan secara khusus segera mengungkap dan mengejar para pelaku.

“Dari pelaku yang meninggal kita temukan senpi dan satu pelaku kita tangkap diamankan di Polda Sumsel atas nama Darmawan. Empat orang lagi masih DPO dan sudah kita kantungi identitasnya,”pangkasnya.

Kronologis diceritakan Kapolres OKI AKBP Doni Saputra mengatakan terjadi penangkapan pelaku pada hari Kamis,(1/1) di Lampung. Komplotan pelaku tersebut ternyata telah berpencar dan pihaknya menemukan posisi kedua pelaku ditangkap berada di Lampung.

Lalu saat dibawah pulang ke kantor polisi sekitar pukul 02.00 WIB salah satu pelaku melompat ke sungai yang berada di kawasan Desa Kuto Sari Belitang OKUT. Ketika itu salah satu petugas menghentikan mobil untuk buang air kecil. Disanalah pelaku langsung memanfaatkan untuk kabur.

“Kita sempat mencarinya selama 45 menit tapi baru ketemu. Pelaku sudah tewas tenggelam dengan keadaan tanggannya masih terborgol,”jelasnya.

Dari interogasi awal pelaku yang meninggal adalah pelaku penembakan. Sedangkan Darmawan merupakan pencari mangsa saat melakukan eksekusi perampokan.

“Peran kedua pelaku berbeda yang meninggal dia eksekutor dan Darmawan yang memetakan lokasi dan mencari korban,”tuturnya.

Diakuinya jarak dari kejadian meninggalkan Kanit Polsek Mesuji Makmur Aipda Anumerta Aprizal kejadian Minggu di nihari 2 Juni 2019. Dari berhasil menangkap pelaku memang dikatakannya terlalu lama. Sebab para pelaku disebutnya sangat memahami pergerakan polisi.

“Pelaku sangat padai menggunakan teknologi IT. Mungkin mereka memetakan setiap pergerakan kita. Namun akhirnya mereka berhasil kita ringkus. Empat pelaku lainnya juga dalam pengejaran,”pungkasnya.

Sebelumnya komplotan bandit tengah melakukan perampokan di rumah warga Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (2/6) dinihari. Kanit Reskrim Polsek Mesuji Bripka Afrizal meninggal saat menggagalkan perampokan itu.

Peristiwa ini berawal saat almarhum bersama seorang rekannya Bripda Mahmudi sedang giat patroli kewilayahan, Minggu (2/6/2019) dini hari. Ketika itu mereka mendapat laporan adanya perampokan di rumah Kodri, seorang warga asal Dusun V, Desa Beringin Jaya.

Mereka selanjutnya bergegas menuju lokasi bersama Kepala Desa Beringin Jaya Masdi dan empat warga setempat. Dalam perjalanan, mereka bertemu komplotan pelaku berjumlah enam orang yang berboncengan dengan tiga unit motor di atas jembatan.

Saat itu, Bripka Aprizal mengeluarkan tembakan peringatan ke udara satu kali agar pelaku menyerahkan diri. Namun bukannya menyerah, para pelaku membalas dengan menembak berkali-kali ke arah Bripka Aprizal dan rombongan.

Bripda Mahmudi dan kelima warga lainnya selamat setelah berlindung di kebun karet dan tanaman singkong yang ada di sekitar lokasi. Sementara Bripka Aprizal terkena tembakan di bagian dada.

Mereka kemudian membawanya ke puskesmas setempat untuk mendapat penanganan medis. Namun nyawanya tak tertolong. Sementara keenam pelaku yang sudah diketahui identitasnya, melarikan diri usai penembakan. (molem)