Antrean yang diwakili botol , batu , helm

Detak-Palembang.com – Palembang. , Aksi unik sekaligus kritik dilakukan pasien RSMH Palembang. Sejumlah pasien menggunakan barang-barang seperti helm, tas, botol minum hingga batu bata untuk mewakili mereka mengantre di Poli Rehabilitasi Medik. Pasalnya pasien yang hendak mendapat pelayanan disebut-sebut harus mengantre sejak dini hari.

Keluarga pasien mengaku, hal itu dilakukan lantaran pelayanan antrean di Poli Rehabilitasi Medik yang dinilai buruk. Untuk mendapatkan nomor, pasien harus mengantre sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Karena tak ingin ketinggalan atau tak kebagian nomor, pasien pun rela ‘diwakilkan’ barang-barang tersebut untuk mengantre.

Padahal dari pihak rumah sakit maupun poli, antrean dibuka saat pagi hari. Namun pasien yang bisa mendapat pelayanan terapi tumbuh anak pada poli tersebut terbatas per harinya. Karena itulah pasien atau keluarga berebut mengantre sejak dini hari.

Seorang keluarga pasien yang tidak mau disebutkan namanya mengaku dirinya kecewa karena harus mengantre di sana sejak pukul 02.00 WIB.

“Di rumah sakit umum poli rehab medik, zaman lah (sudah) canggih, tapi antrean model seperti ini. Sudah dari pukul 2 subuh antre biar kebagian terapi tumbuh anak,” ujarnya, Jumat (20/1).

Pelayanan khusus terapi tumbuh anak ini dibatasi hanya 24 pasien saja setiap harinya. Karenanya jika ketinggalan nomor, otomatis pasien atau calon pasien harus mengantre untuk jadwal esok hari.

“Mana pasien terapinya cuma dibatasi 24 pasien, kasihan orang sudah jauh datang ke RSMH tidak kebagian layanan terapi,” katanya.

Ia berharap pihak RSMH segera mengevaluasi pelayanan mereka, agar pasien yang mau berobat bisa mendapatkan pelayanan sesuai yang diharapkan.

“Tolong pihak RSMH perbaiki sistem pelayanan rehabilitas mediknya, biar lebih mudah dan nyaman, dan semua yang datang bisa dilayani,” tutupnya.

Ketika dikonfirmasi, Pihak RSMH sendiri tidak membantah kejadian tersebut. Menurutnya peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/1) kemarin. Pihaknya juga mengaku sudah mengedukasi dan memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga pasien untuk mengantre sesuai jam yang sudah ditentukan.

“Kejadian tersebut (19/1) kemarin, saat hujan. Pasien dan keluarga sudah diedukasi oleh petugas bahwa antre mulai pukul 07.00 WIB. Tapi, pasien dan keluarga mengabaikan edukasi tersebut. Di Rehabilitasi Medik juga sudah diimbau agar mengantre dengan baik,” kata Kepala Humas RSMH Palembang, Hidayati.