Ilustrasi

Detak-Palembang.com – Kota Palembang tengah dilanda momok bencana banjir di setiap jalan protokol hingga masuk ke pemukiman rumah warga atau penduduk.

Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kerap menggelar gotong royong membersihkan drainase dari sampah.

Namun semua itu berbanding terbalik dari musibah banjir yang terjadi di Palembang tahun ini.

Hal itu karena ditemukan beberapa drainase ditumpuki sampah. Itu terkuak saat Detak-Palembang.com melakukan pantauan di beberapa lokasi. Yang kebetulan melintas , tidak tahu lah di daerah atau wilayah lainnya .

Lalu ada juga drainase yang mati alias tak berfungsi lagi sampai dipenuhi rumput dan tak lagi dilalui jalur air.

Jalan Demang Lebar Daun

Pertama di Jalan Demang Lebar Daun ditemukan drainase yang dijumpai banyak sampah. Saat dilihat sampah itu berubah kulit durian dari pedagang yang menjual di lokasi membuangnya di drainase.

Selanjutnya di Jalan/ daerah kec kalidoni dan kawasan Bukit Siguntang. Dua drainase tersumbat tak berfungsi lagi dan terlihat di tumbuhi rumput.

Wilayah Kec IB dua

Hal itu sontak membuat hujan deras yang notabene berlangsung berjam-jam tak mengalir lancar.

Wilayah kalidoni

Alhasil curah hujan yang turun menggerayangi ruas jalan dan memasuki kawasan pemukiman warga.

Kemungkinan itulah menjadi penyebab momok banjir menghantui warga Palembang.

Ada pertanyaan yang mengganjal , bagaimana mungkin degan kondisi seperti ini, Piala Adipura dapat diraih dan dipertahankan. ?