Palembang , mulai hari ini (9/11) melakukan PPKM Level 1

Detak-Palembang. COM, PALEMBANG –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel kembali memberlakukan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I mulai hari ini, Rabu (9/11/2022).

Penerapan aturan ini disampaikan Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri sebagai bentuk tindak lanjut dari intruksi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Berdasarkan Surat Edaran Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I disebutkan bahwa sebanyak 17 kota dan kabupaten di Sumsel wajib mengoptimalkan aturan tersebut guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

“Terhitung sejak inmendagri ini ditetapkan, maka seluruh provinsi yang disebutkan wajib melaksanakannya termasuk di dalamnya yaitu Provinsi Sumsel,” katanya kepada awak media , Rabu (9/11/2022).

Lebih lanjut dia juga mengatakan dalam aturan itu pemerintah daerah bersama dinas kesehatan diminta untuk memperketat pengawasan melalui pos komando (Posko) penanganan Covid-19 sampai di tingkat desa dan kelurahan.

Diketahui PPKM Level I ini sendiri diberlakukan pemerintah usai diumumkannya penambahan kasus Covid-19 di seluruh Indonesia dari varian terbaru virus Corona yakni XBB yang dikhawatirkan akan merebak di kalangan masyarakat, bahkan dijelaskan varian terbaru tersebut kebal terhadap antigen.

“Di Sumsel sendiri hingga saat ini belum ada laporan hasil pemeriksaan lab terkait XBB ini sendiri, hanya saja karena memang kasusnya terus bertambah artinya kita juga wajib mematuhi aturan ini,” ungkapnya.

Kendati demikian, Yusri menegaskan hingga saat ini pandemi Covid-19 belum usai sehingga masyarakat masih perlu untuk mematuhi prokes serta aturan lainnya yang diinstruksikan oleh pemerintah.

“Apapun variannya pandemi Covid-19 belum selesai, bahkan ada varian baru sehingga masih tetap perlu mematuhi prokes, serta aturan lain dari pemerintah terkait pencegahan dan pengendalian Covid ini,” lanjutnya.

Masih dikatakan Yusri, saat ini pihaknya juga akan gencar melakukan program 3T yakni testing, tracing, dan treatmen baik menggunakan metode pemeriksaan PCR ataupun rapid antigen khususnya bagi masyarakat yang bergejala.

“Sebaiknya testing itu idealnya satu per seribu penduduk artinya speciemen untuk tes Covid-19 sesuai jumlah penduduk dibagi seribu, caranya setiap yang bergejala akan dites,” katanya lagi.

Selanjutnya terkait dengan penyerapan vaksinasi di wilayah Sumsel, dikatakannya masih terus mengalami peningkatan sebab suplay vaksin terus dilakukan dinkes saat ini.

“Sedangkan untuk vaksinasi sendiri sudah mulai ada peningkatan penambahan vaksinasi, karena vaksin mulai disuplay lagi dari pusat yg tempo hari sempat kosong,” bebernya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar turut sadar untuk melakukan vaksinasi sejak saat ini, supaya masyarakat segera mendapatkan vaksin secara lengkap sesuai waktu dosis yang diterima dengan mendatangi faskes setempat.

“Jangan sampai vaksin kosong baru mau cari kemana-mana,” tandasnya.