Detak-Plaembang.Com – LUBUK LINGGAU – Harta kekayaan milik Bunga (16) salah satu pelajar di Kota Lubuklinggau raib begitu saja, pasalnya
baru tiga kali menjalin hubungan silaturahmi atau istilah trennya menjalin hubungan pendekatan dengan seorang perjaka dari Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kehilangan harta kekayaan yang paling berharga tersebut karena inisial Bunga nama samaran yang masih berusia (16) tahun dan menyandang status pelajar tersebut,serta tinggal di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.

Terlalu percaya dengan sikumbang kelana,sehingga tidak segan-segan memberikan harta kekayaan yang paling berharga kepada kumbang kelana.

Akibat kejadian tersebut pihak keluarga dan korban melaporkan kepihak kepolisian,agar dapat diproses secara hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Harissandi Sik melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara (28/9) membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saudara pelaku atau tersangka sudah diamankan.

Karena setiap orang dilarang melakukan tipu muslihat, memaksa, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau dibiarkan melakukan perbuatan pencabulan.

” Sebagaiman dimaksud dalam Pasal 82 (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo. Pasal 76 E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (PA),”kata Kapolres.

Ditegaskan Kapolres Kota Lubuklinggau bahwa penangkapan terhadap tersangka perbuatan tidak menyenangkan atau pencabulan tersebut, berdasarkan
LP / B-206 / IX / 2022 / SPKT / POLRES LUBUKLINGGAU / POLDA SUMSEL tanggal 20 September 2022.

” Sehingga tersangka pelaku A.N Sas umur 18 tahun yang merupakan warga Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Mura, telah diamankan dan dibawah ke Mapolres Kota Lubuklinggau,”tegas Kapolres.

Ia menjelaskan kronologis terjadinya kasus pencabulan itu berawal ketika korban kenal dengan pelaku selama 3 (tiga) minggu yang lalu dan korban bertemu dengan pelaku lalu mulai berpacaran.

Selanjutnya antara korban dan pelaku sudah bertemu sebanyak 3 tiga kali dan saat pertemuan ketiga pada hari Minggu tangal 18 September 2022 berkisar pukul 13:00 wib bertempat di rumah korban dalam wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.

Yang dilakukan pelaku dengan cara mendatang ke rumah korban kemudian mereka bertemu lalu mengobrol dan menarik tangan korban utk menuju kamar korban, lalu pintu kamar dikunci pelaku, lalu pelaku mendorong korban keatas kasur dan membuka jilbabnya.

Setelah itu pelaku merayu dan membujuk korban agar dapat melakukan perbuatannya setelah itu pelaku membuka baju korban bgtu juga baju pelaku sendiri, kemudian pelaku menindih badan korban dengan posisi korban dibawah.

Selanjutnya pelaku diatas lalu memeluk badan korban sambil mencium pada bagian pipi dan bibir, kedua tangannya memegang serta meraba raba/memeras kedua payudara korban selanjutnya pelaku membuka dan menurunkan celana korban sebatas lutut.

Kemudian memasukkan jari telunjuknya yang sebelah kanan ke dalam kemaluan (Vagina) korban selama kurang lebih 5 menit dengan cara didorong-dorong keluar masuk dan maju mundur, setelah itu lalu pelaku memasangkan kembali celana korban dan kemudian menempelkan dan menggerakan kemaluannya keatas celana korban sambil kembali meremas dan menghisap payudara korban kurang lebih 10 menit.

” Akhirnya setelah perbuatan itu selesai dilakukan pelaku terhadap korban, lalu masing-masing menggunakan pakaiannya kembali,dikarenakan perbuatan pelaku tidak menyenangkan kelurga korban melaporkan ke pihak kepolisian setempat,”jelas Kapolres.

Lanjutnya lagi adanya laporan yang diterima kemudian dilakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka dan didapat informasi jika tersangka pelaku And Sas, sedang berada di depan sekolah SMAN 2 Muara Beliti Kabupaten Mura.

Setelah dipastikan Informasi yang di dapat benar dan akurat,kemudian pada hari Selasa 27 September 2022 berkisar pukul 14:30 wib, dilakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku.

Yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Robi Sugara di dampingi Kanit PPA Aipda Christina dan anggota Unit PPA Polres lubuklinggau alhasil tersangka berhasil ditangkap dan diamankan tanpa perlawanan.

” Dan tersangka mengakui perbuatannya yg telah melakukan Perbuatan Cabul terhadap Korban, selanjutnya tersangka dan BB di bawa ke Polres Lubuklinggau guna dilakukan Pemeriksaan secara intensif,”ungkap Kapolres.(Zul).