Ekspos penangkap narkoba di Polda Sumsel

Detak-Palembang.com – Kelabuhi anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dengan memodifikasi mobil pick up untuk menyembunyikan barang haram sabu sebanyak 16 Kilogram (Kg).

Dua orang kurir bernama Armia dan Fadli hanya bisa terdiam saat anggota menemukan sabu sebanyak 16 Kg yang disembunyikan di bawah bak mobil atau kolong mobil Mitsubishi Colt BG 9833 NO yang sudah dimodifikasi tersebut saat melintasi Jalan Palembang-Jambi, Km 59, Simpang Tungkal, Kabupaten Muba, Selasa (1/1) malam.

Akibatnya kedua kurir ini pun harus di giring ke Mapolda Sumsel dengan barang bukti sabu 16 Kg dibungkus dengan kemasan teh Cina.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto mengatakan, bahwa ia mengapresiasi anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel yang berhasil mengungkap dan mengagalkan peredaran sabu sebanyak 16 Kg.

“Keberhasilan yang kita peroleh ini tidak lepas dari informasi masyarakat yang memberitahukan kepada kita akan ada pengiriman barang haram yang masuk melalui TKP dan anggota kita melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap pelaku,” aku dia.

Sementara itu, Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono menjelaskan, bahwa pelaku memodifikasi mobilnya di bagian bak mobil.

“Salah satu pelaku memiliki ide untuk menyembunyikan barang haram tersebut di bawah bak yang telah dimodifikasi dengan hanya menekan tombol bak itu bisa naik maupun turun,” tambahnya.

Sabu-sabu ini berasal dari Aceh dan kedua pelaku membawa barang haram tersebut dari Medan dan akan diedarkan di wilayah Sumsel dengan fokus tempat Palembang. “Mereka mengirimkan barang ini ke Palembang dan akan dipasarkan lagi di wilayah Sumsel,” jelasnya.

Untuk modusnya, lanjut dia mengatakan, pelaku menyelundupkan sabu menggunakan mobil pick up yang diperuntukkan untuk mengangkut kelapa sawit.

“Kedua orang yang kita tangkap merupakan kurir transportir yang diupah Rp100 juta, barang itu datang dari Aceh masuk ke Sumsel melalui jalan darat yang transit ke Medan lalu tujuannya Sumsel,” tambahnya.

Untuk kasus ini lanjut dia mengatakan, masih dalam pengembangan terkait siapa pemesan maupun pengirim barang haram tersebut.

“Untuk pemesan maupun pengirim sudah kita kantongi indentitanya, sekarang kita akan berkoordinasi dengan Polda Aceh terkait hal tersebut, ” ungkapnya. Dirinya menuturkan, memang barang itu berasal dari Aceh tapi diracik di negara Myanmar.