Detak-Palembang.com – JAKARTA , PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) akan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham sebesar Rp26,4 triliun pada 2021. Adapun, dividen yang menjadi bagian pemerintah sebesar Rp14,04 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pembagian dividen Rp. 26,4 triliun oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kepada para pemegang saham merupakan bukti kesuksesan holding BUMN Ultra Mikro.

Secara mikro, BRI menunjukkan mampu beradaptasi dengan model bisnisnya yang fokus mendukung UMKM. Secara makro, kesuksesan di level mikro itu mampu berkontribusi dalam mendukung perekonomian nasional.

Pelaku UMKM asal Lampung yang juga Owner Nuha Food, Horo Wahyudi mengatakan keberadaan Holding Ultra Mikro sangat membantu para pelaku UMKM, termasuk usaha yang sedang digelutinya.

Menurutnya, perolehan Dividen Bank BRI yang mengalami kenaikan menjadi jawaban atas keraguan publik atas langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyatukan beberapa perusahaan plat merah ke dalam Holding Ultra Mikro (UMi).

“Pada awalnya kan ada keraguan publik, jangan-jangan dengan adanya pembentukan holding ultra mikro ini akan membuat kinerja BRI menjadi tidak maksimal. Dividen Bank BRI itu paling tidak menjawab keraguan masyarakat,” terang Owner Nuha Food, Horo Wahyudi, kepada wartawan, Kamis (3/3/2022).

Diketahui, Bank BRI ditunjuk sebagai induk Holding Ultra Mikro oleh Menteri BUMN Erick Tohir. Ada tiga entitas didalamnya, masing-masing PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Pelaku usaha di bidang makanan asal Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah itu menuturkan, pelaku UMKM sebenarnya lebih menekankan pada aspek manfaat dari pembentukan Holding UMi bagi keberlangsungan usahanya. Semakin besar manfaatnya bagi pelaku UMKM, maka tentu akan disambut baik keberadaannya.

Horo Wahyudi yang juga Ketua Bidang Ekonomi PP Pemuda Muhammadiyah itu menyatakan, sejauh ini pendampingan terus dilakukan pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun melalui pemerintah daerah setempat. Pelaku usaha yang pada mulanya pesimis dengan situasi pandemi Covid-19 dan hanya bisa bertahan mulai menggeliat secara perlahan.

“Keberadaan BRI melalui KUR itu sangat dirasakan manfaatnya bagi pelaku usaha. Memang kan pilihan terbaiknya disitu (BRI), karena apa? Bunganya sangat rendah. Pendampingannya di Lampung Tengah selama ini juga melibatkan dinas atau instansi terkait,” jelasnya.

Penyaluran kredit sektor UMKM oleh BRI sendiri tercatat sebanyak 83,86% atau Rp 724,24 triliun pada tahun 2021. Kredit UMKM ini sebagaimana kerap disampaikan Menteri BUMN Erick Tohir, memberikan bunga yang rendah pada UMKM dengan harapan menumbuhkan dan membangun ekonomi masyarakat.

Horo Wahyudi berharap, ke depan Holding UMi dengan pimpinan BRI memberikan semangat bagi seluruh pelaku usaha agar tetap optimis mengembangkan usahanya melalui program KUR. Penyalurannya juga dipermudah namun dalam prosesnya tetap mengikuti aturan dan mekanisme yang ada.

“Dengan latar belakangnya, tentu Pak Erick memahami betul bagaimana kondisi kebatinan pelaku usaha saat ini. Semoga ke depan Holding UMi semakin banyak memberikan manfaat bagi pelaku usaha. Semoga juga situasinya terus membaik, sehingga pelaku usaha bisa tetap berproduksi dan menjual dagangannya,” pungkas Horo Wahyudi.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Prof Mudrajad Kuncoro PhD mengatakan besarnya jumlah deviden itu dipengaruh dari hasil pembentukan Holding Ulta Mikro yang melibatkan tiga entitas BUMN yaitu BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

“Ya itu pasti ada pengaruhnya, holdingisasi kan pengaruh untuk membikin sinergi di atas semua unit bisnis biar tidak ada overlapping,” ujar Mudrajat, Kamis (03/3/2022).

Menurut Mudrajad, yang terpenting adalah BRI mampu menjadi agen untuk meningkatkan ekonomi rakyat khususnya bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kecil (UMKM).

“Sekarang kan kita mau jadikan BRI itu sebagai agen untuk meningkatkan ekonomi rakyat khususnya UMKM, makannya yang harus dicermati berapa porsi kredit UMKM terhadap total kredit yang disalurkan, kalau itu meningkat bagus, karena yang mendapat manfaatkan seluruh Indonesia,” ulasnya.

Mudrajad mendorong agar BRI fokus menopang penyaluran kredit bagi para nelayan, petani dan masyarakat kecil lainnya untuk menumbuhkan perekonomian.

“BRI menggarap sektor UMKM, karena UMKM ini kan 99% usaha kecil dan mikro, jadi kembali ke khittahnya tadi sebagai bank rakyat, namanya kan Bank Rakyat Indonesia yang dilayani ya ekonomi rakyat kecil,” jelasnya.