Detak-Palembang.com. – ANKARA – Diaspora Indonesia di Turki, Adhe Nuansa Wibisono, terpilih menjadi Presiden South Asian Youth Organisation (SAYO) di Ankara Turki pada Sabtu (24/09/2022). Para mahasiswa muslim lintas negara dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara tersebut menggelar pertemuan di MG Kitap Kahve, Ankara dan menentukan kepemimpinan SAYO untuk periode 2022-2023.

SAYO adalah organisasi mahasiswa muslim Asia Selatan dan Asia Tenggara yang didirikan di Ankara pada 24 April 2012. Saat ini SAYO memiliki keanggotaan lintas negara dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, Srilanka, dan Myanmar.

“SAYO adalah organisasi dinamis yang membantu saudara-saudara kita dari Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk mengembangkan tujuan kepemimpinan mereka. Kemudian perjuangan ini berlanjut melalui proses pergantian kepemimpinan yang baru”, kata Ashequr Rahman Presiden SAYO Periode 2019-2021 yang berasal dari Bangladesh.

Ashequr juga memberikan dukungannya kepada kepemimpinan SAYO yang baru terpilih, “Saya yakin presiden baru SAYO Wibisono dari Indonesia akan melanjutkan pengembangan kapasitas organisasi dan meningkatkan persaudaraan yang meluas antara mahasiswa Asia yang belajar di Turki”.

Sementara itu Sekretaris Jenderal SAYO terpilih Sherhan Upham Abas dari Bangsamoro Filipina juga menyatakan dukungannya kepada kepemimpinan baru di organisasi pemuda tersebut.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada saudara Wibisono karena terpilih sebagai Presiden SAYO Turki untuk periode 2022-2023. Kami yakin anda memiliki kapabilitas untuk menjadi presiden dan kami mempercayai kepemimpinan anda”.

“Kami dapat melihat bahwa anda memiliki pengalaman, keberanian dan dedikasi yang dibutuhkan dalam memimpin organisasi ini”, ungkapnya.

Presiden SAYO terpilih, Adhe Nuansa Wibisono dari Indonesia menyambut baik dukungan yang diberikan para koleganya terkait kepemimpinannya di organisasi lintas negara tersebut.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan dalam memimpin organisasi ini. Saya berharap kita dapat berkolaborasi dan bekerjasama dalam menjalankan roda organisasi SAYO kedepannya”.

Wibisono kemudian menyebutkan prioritas gerakan yang akan dikerjakan oleh SAYO, khususnya dalam isu advokasi bangsa-bangsa muslim.

“Permasalahan bangsa-bangsa muslim di berbagai belahan dunia seperti isu Rohingya, Palestina, Uyghur, Kashmir dan Bangsamoro membutuhkan dukungan diplomasi dari diaspora lintas negara. Melalui platform SAYO ini kita bersama-sama akan menyuarakan dan mengadvokasi kepentingan tersebut pada level  yang lebih luas.