Pelaku dan korban akhirnya berdamai

Detak-Palembang.com – Polisi menyelesaikan perkara pencurian uang yang dialami siswa SEBA SPN Polda Sumsel yang sedang magang di Polrestabes Palembang dengan langkah Restorative Justice atau damai, Selasa (21/6/2022).

Korbannya yakni Rizki Ardianto (21) seorang siswa SEBA kehilangan uang Rp 400 ribu yang tersimpan di saku celana, ketika ia baru selesai mengikuti apel pagi pada Sabtu (18/6/2022) lalu.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan laporan polisi. Kejadian diketahui korban saat hendak mengambil uang didalam gudang barak tempat istirahat, yang ada didalam saku celana tergantung namun tidak ada. Lalu korban bertanya kepada temannya dan tidak ada yang mengetahuinya bahkan uang mereka juga hilang.

Korban dan temannya kemudian melapor dan mengecek melalui RTMC Polrestabes Palembang dan melalui CCTV terlihat ada seorang laki laki yang masuk ke tempat kejadian perkara (TKP), atas kejadian ini korban mengalami kerugian Uang Rp 400 ribu dan membuat laporan polisi.

Restorative Justice dilakukan korban dengan pelaku yang bernama MES (16) seorang remaja yatim piatu yang nekat masuk ke ruang istirahat korban.

Momen haru muncul ketika pelaku berlutut dsn bersalaman dengan korban, ibu angkat pelaku yang ikut mendampingi MES menjalani proses Restorative Justice ikut menangis menyaksikan anak angkatnya bebas dari ancaman hukum.

Kasus pencurian ini terjadi Sabtu (18/6/2022) di gudang Masjid Polrestabes Palembang, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Pelaku dapat diketahui karena terekam jelas melalui rekaman CCTV yang ada di Polrestabes Palembang.

Setelah pelaku berhasil ditangkap Unit Pidum Polrestabes Palembang, korban akhirnya mengambil langkah hukum dengan berdamai secara kekeluargaan kepada korban atau Restorative Justice.

Gelar perkara Restorative Justice antara korban dan pelaku dilakukan di ruang mediasi Restorative Justice Polrestabes Palembang, Selasa (21/6/2022) siang dengan menghadirkan 3 korban dan pelaku didampingi ibu angkatnya, juga disaksikan anggota Propam Polrestabes Palembang.

Keduanya sepakat menandatangani perjanjian tanpa ada paksaan, yang dilanjutkan dengan saling bersalam salaman, pelaku mengucapkan terima kasih sambil sujud syukur ke lantai dan memeluk para korban.

“Iya pak, saya mengambil uang punya kakak SEBA ini sebanyak Rp 545 ribu. Terpaksa mencuri karena untuk membayar kontrakan rumah ibu angkat saya, saya mencuri didalam gudang, ” ujarnya.

Dirinya sangat berterima kasih sudah dimaafkan oleh para korban.

“Alhamdulillah, terima kasih saya dimaafkan dan saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Saya berjanji akan berubah dan mencari uang dengan cara halal,” ungkapnya.

Sementara korban Rizki Ardianto saat diwawancarai mengatakan mau memaafkan dan berdamai dengan korban karena pelaku masih terlalu muda dan sudah tidak mempunyai kedua orang tuanya lagi.

“Mungkin anak ini tidak mempunyai perhatian dan kasih sayang kedua orang tuanya, dan terdesak untuk membayar uang sewa kontrakan,” ungkapnya.

Lanjutnya, dirinya ikhlas memaafkan pelaku atas perbuatannya.

“Saat kejadian kami semua sedang istirahat didalam masjid, lalu melihat anak ini masuk kedalam gudang. Dan mengambil uang kami yang ada di dalam dompet di saku celana,” katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan pilihan Restorative Justice (RJ) yang diambil oleh korban atas permintaannya sendiri.

“Benar, korban yang merupakan seorang siswa SEBA mengambil langkah Restorative Justice dan bertemu dengan pelaku. Kini keduanya sudah sepakat berdamai, ” katanya