Detak-Palembang.com – Jakarta , Langkah Menteri BUMN Erick Thohir dalam membenahi Garuda Indonesia jadi sebuah perjuangan berat Erick yang tidak mudah dalam menata ulang industri penerbangan dalam negeri.

Sejak awal, langkah penyelamatan Garuda Indonesia sudah dilakukan Erick Thohir seperti pengungkapan kasus Moge, pelaporan korupsi ke Kejagung hingga mendorong tambahan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Terbaru, Erick berhasil menyelesaikan tahapan pemungutan suara atau voting dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Pengamat Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syafuan Rozi Soebhan mengapresiasi upaya Erick Thohir tersebut dan momentum perdamaian PKPU dapat menjadi momentum untuk kebangkitan bagi Garuda Indonesia.

“Garuda baru melampaui tahapan pandemi yang berat, 2 tahun pandemi itu kan penerbangan sangat-sangat merugi karena jumlah penumpangnya turun, nah sekarang itu kan sudah masuk era endemi, menjelang era endemi penerbangan mulai penuh seperti 2 tahun yang lalu, terus promosi pariwisata juga kan sudah mulai digalakkan lagi karena vaksin sudah tiga kali, sudah booster.” Ujar Syafuan, Senin (20/6/2022).

Syafuan Rozi Soebhan

Syafuan mengaku optimis Garuda Indonesia bisa kembali sehat pasalnya pandemi Covid 19 sudah mulai melandai dan wisata kembali digalakkan oleh pemerintah yang disambut secara antusias oleh masyarakat.

Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaat dengan baik oleh Garuda untuk kemudian memperbaiki diri dengan tata kelola yang baik serta memenuhi kewajiban utangnya.

“Asal memang peluang Garuda ini lebih baik, lebih profesional bagaimana masalah-masalah yang sebelumnya pernah terjadi perlu diperbaiki, lalu memperbaiki kepercayaan masyarakat kalau tadi dia dipimpin oleh para profesional yang teruji maka ke depan itu garuda akan dipercaya,” ucapnya.

Syafuan mengatakan Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga melakukan yang terbaik untuk menjaga dan mempertahankan Garuda Indonesia tetap mengudara.

“Dia (Erick Thohir) sudah berusaha, sudah tapi karena memang masalah penerbangan kita, bisnis kita dikelola dimasa pandemi apapun yang dilakukan memang penerbangan sangat terganggu dengan pandemi, karena jumlah penerbangan menurun penumpangnya. Namun pelan-pelan jumlah penumpang akan makin membaik,” bebernya.9

Sebelumnya Erick Thohir meyakini upaya penyehatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bisa diwujudkan pasca kesepakatan PKPU dengan para kreditur sesuai dengan harapan.

Erick Thohir

“Ini adalah momen penting bagi kami, karena salah satu BUMN yang menjadi entitas kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia, telah menyelesaikan pemungutan suara dalam proses PKPU,” ujar Erick

Erick berharap dukungan terhadap Garuda terus mengalir hingga tahap di mana penerbangan kebanggaan nasional itu mulai melaksanakan langkah-langkah strategis yang telah dirancang dalam rencana bisnis ke depan. Hal ini akan menjadikan GIAA sebagai entitas bisnis yang lebih agile, adaptif dan berdaya saing.

“Kami tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang terus percaya pada Garuda Indonesia, khususnya di masa yang penuh tantangan ini untuk memberikan pelayanan penerbangan terbaik,” ucapnya.

Erick mengatakan, Garuda Indonesia berkomitmen menjalankan misi menjadi platform penggerak ekonomi bangsa dan melalui peran esensialnya sebagai penyedia akses konektivitas bagi aktivitas ekonomi, pariwisata hingga sosial dan budaya bagi masyarakat Indonesia.

“Perkembangan positif ini datang di momentum yang tepat, saat dunia telah mulai bangkit dan beradaptasi dengan pandemi, ekonomi hidup kembali dan orang-orang mulai bepergian. Dengan terus bekerja sama dan saling mendukung, ke depannya kita dapat menantikan Garuda terbang lebih tinggi,” pungkas Erick