Detak-Palembang.com – Nasib honorer di Kota Palembang berada di ujung tanduk. Lantaran, tepatnya 28 November 2023 tidak ada lagi tenaga honorer yang dipekerjakan oleh pemerintah daerah. Dimana berdasarkan informasi bahwa tenaga honorer digantikan dengan Outsourcing.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, keresahan ini terjadi di seluruh Indonesia. Sampai saat ini tidak ada perubahan dari keputusan Peraturan KemenpanRB soal penghapusan tenaga honorer di semua instansi pemerintah.

“Para honorer di provinsi maupun kabupaten/kota serta instansi-instansi pemerintah lainnya yang dibayangi akan pemutusan kerja,” katanya saat menghadiri Paripurna HUT Palembang ke-1339 di DPRD Kota Palembang, Jumat (17/6/2022).

Sementara, terkait dengan tes P3K pun tidak semua honorer yang dapat memenuhi kriteria untuk ikut tes, atau dapat lulus dan menjadi P3K meski sudah mengabdikan diri bekerja sebagai tenaga honorer bertahun-tahun.

“Honorer jangan resah. Ini akan kita cari jalan keluar, karena tidak bisa begitu saja dihapuskan,” katanya.

Sebab, tenaga honorer sangat di butuhkan, seperti operator, supir, kebersihan, dan lainnya. “Memang kita Tidak boleh secara vulgar men-tidakan aturan itu, tapi bisa dicari dengan pola apapun, agar tidak dihapuskan,” katanya.

Misal mereka bertahun-tahun jadi honorer terus akan dihapuskan, inikan akan sangat sulit diterima. “Honorer jangan resah, kita tidak akan tinggal diam. Kita akan carikan jalan keluarnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, apa yang disampaikan gubernur Sumsel suatu yang tepat. Maka sudah seharusnya juga semua bersatu menyuarakan ini, baik itu dari forum/organisasi sekda, Walikota atau Kepala daerah dan lain-lain nya.

“Dengan begitu, maka suara kita dapat didengarkan oleh pusat. Sebab, selama aturan itu belum dicabut, maka kita wajib menjalankannya,” katanya.

Sementara, tenaga honorer ini sangat dibutuhkan. Persolan ini bukan hanya di Palembang ataupun Sumsel saja, tapi daerah lain juga sama, karena ada daerah yang tenaga honorer nya bahkan sampai 10 ribu.

“Kita kota Palembang sendiri, jumlah tenaga honorer kita berkisar 4000an lebih, akan susah kalau dihapuskan semua, karena mereka ini dibutuhkan,” katanya.