Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi

Detak-Palembang.com – Aksi jual beli satwa langka dilindungi via media sosial (medsos) tercium Sat Reskrim Polrestabes Palembang Unit Pidana Khusus (Pidsus) hingga pelaku berhasil dicokok.

Hal itu terkuak saat gelar jumpa pers penangkapan di halaman dalam Mapolrestabes Palembang Jumat (17/6/22).

Pelaku ditangkap bernama Yos Sugesta (27) warga Sukarami menjual burung langka dari Sumatera Barat (Sumbar) jenis Beo Nias.

Dia berhasil menjual satu burung Beo Nias seharga Rp 1,3 juta secara online melalui sosmednya akun Facebook.

Barang bukti 6 burung langka dari Sumatera Barat (Sumbar) jenis Beo Nias.

“Sudah kewajiban kita melindungi satwa langka, agar anak cucu kita masih bisa melihatnya. Tidak ada alasan pelaku tidak mengetahui hewan langka karena undang-undang nya sudah lama. Sudah jelas pasti semua orang tau mana hewan yang dilindungi,”kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi.

Dia juga mengimbau agar masyarakat Palembang jangan melakukan hal serupa. Apabila tidak ingin ditangkap dan terancam dengan ancaman 5 tahu penjara serta denda Rp 100 Juta.

“Pelaku menjual melalui online dan telah menjual satu burung. Kita amankan 6 burung Beo untuk di serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel,”pungkasnya

Dibincangi Pelaku Yos Sugesta mengatakan, dia awalnya membeli 2 burung Beo dari Padang satu seharga Rp 700 ribu. Lalu iseng menjual di FB laku dengan harga Rp 1,3 juta.

“Makanya saya beli lagi untuk jual karena harganya mahal. Tapi saya tidak tau kalau itu hewan dilindungi,”kilahnya

Terpisah Kordinator BKSDA Sumsel
Andriansyah mengatakan, 6 burung Beo diserahkan Polrestabes Palembang kepihaknya akan dilakukan pelepasan ke habitatnya atau pemeliharaan.