Sidang vonis Muddai Madang, di Pengadilan Tipikor Palembang Rabu malam (15/6/2022)

Detak-Palembang.com – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang yang diketuai Yoserizal menjatuhkan vonis 12 tahun kepada terdakwa Muddai Madang dalam perkara PDPDE dan TPPU, Rabu malam (15/6/2022)

Lalu hakim juga memintanya untuk kembalikan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 36 miliar lebih.

“Mengadili, terdakwa Muddai Madang dengan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun kurungan. Terdakwa Muddai Madang juga dijatuhkan hukuman pidana uang pengganti Rp 36 miliar lebih, dengan ketentuan jika satu bulan usai putusan incrah terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut maka aset harta benda milik terdakwa akan disita, dan jika aset harta benda terdakwa tidak mencukupi uang pengganti maka diganti dengan 5 tahun penjara,” tegas Hakim Yoserizal SH MH.

Diungkapkan Hakim, Muddai Madang terbukti melakukan dugaan korupsi dalam perkara PDPDE Sumsel dan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dalam perkara PDPDE Sumsel terdakwa Muddai Madang juga terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” ujar Hakim.

Diketahui, Muddai Madang sebelumnya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana 20 tahun penjara di perkara Masjid Sriwijaya, PDPDE Sumsel dan TPPU.

Muddai Madang juga dituntut jaksa membayar uang pengganti terdiri dari uang pengganti Rp 2,1 miliar dan 17 juta dolar Amerika untuk perkara PDPDE Sumsel.

Dengan ketentuan jika satu bulan usai vonis incrah uang pengganti tidak dibayar maka aset harta benda milik Muddai Madang disita, dan jika harta benda yang disita tidak menutupi uang pengganti maka diganti pidana 9 tahun penjara.