Pengadilan Negeri (PN) Palembang,

Detak-Palembang.com – Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya dan kasus pembelian gas bumi PDPDE dituntut dengan hukuman pidana penjara selama 20 tahun, oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI dan tim JPU dari Kejati Sumsel, di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (25/5/2022).

Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Yoserizal SH MH dan dihadiri oleh tim JPU dari Kejagung dan Tim JPU dari Kejati Sumsel.

Dalam persidangan, Tim JPU mengatakan, dalam perkara tersebut terdakwa Alex Noerdin melanggar Pasal 2 ayat (1) tentang dugaan melakukan pidana korupsi besama besama.

“Dengan ini menuntut terdakwa Alex Noerdin dengan hukuman pidana 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar jika tidak dibayar diganti 6 bulan kurungan, terdakwa Alex Noerdin juga dituntut pidana tambahan yakni membayar uang pengganti kerugian negara, untuk uang pengganti di perkara PDPDE Sumsel sebesar 3,2 juta dolar Amerika Serikat, dan di perkara Masjid Sriwijaya uang pengganti Rp 4,8 miliar dengan ketentuan jika 1 bulan usai vonis incrah tidak dibayar maka asetnya akan disita dan jika harta benda terdakwa yang disita tidak mencukupi uang pengganti kerugian negara tersebut, maka diganti dengan pidana 10 tahun penjara,” ucap JPU dalam persidangan.

Terkait tuntutan JPU, Alex Noerdin di persidangan mengatakan, jika dirinya dan penasihat hukum akan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya.

“Terima kasih Pak Jaksa, saya tidak menyangka, dituntut dengan hukuman maksimal 20 tahun, Terima kasih Kepada Majelis Hakim mohon kami untuk meminta waktu mempersiapkan nota pembelaan,” ungkap Alex Noerdin.

Sidang akan kami buka kembali pada Kamis (2 /5/2022) mendatang dangan agenda pembelaan.