Nenek Ayu Cik penjualan bunga kuburan di TPU Naga Swidak

FEATURE : MUHAMMAD MOESLIM

Detak-Palembang.com – Duduk dipinggir kuburan dengan umur senja tak membuat Nenek Ayu Cik (63) mau kalah dengan terik panas matahari.

Bermodal terpal biru dia menjajakan bunga kuburan dan air diisi botol kemasan untuk dijual kepada peziarah.

Siang ini, Rabu (4/5/22) di TPU Naga Swidak sangat panas sekali. Disinilah awalnya Detak-Palembang.com melihat sosok Nenek Ayu.

Dibincangi Nenek Ayu bercerita sehari-hari dia bekerja sebagai juru cuci baju dibayar Rp25 ribu.

Uang itu cukup untuk makan saja, tanpa bisa membeli apapun lagi, katanya bercerita.

Dia senang, setiap kali bulan Ramadhan memberikan berkah untuk berjualan bunga kuburan.

Dia menjual bunga satu kantong plastik bung kuburan Rp 3 ribu. Kalau air botol kecil diisi bunga Rp 3 ribu dan botol besar Rp 5 ribu.

Kalau orang lebaran saya maafkan untuk jualan bunga. Alhamdulillah dapat uang sampingan,”katanya

Membuat harunya ternyata uang Rp 100 ribu hasil sehari (belum dipotong modal), dari berjualan bunga selain dibeli kebutuhan makan.

Nenek Ayu Cik dari dulu mempunyai keinginan jajan tapi duitnya takut tak cukup untuk membeli beras. Uang dari jualan bunga inilah sangat dinanti-nantikannya.

Saya belikan beras sisanya untuk jajan. Saya jajan eskrim, setiap setahun sekali saya bisa makan eskrim dari uang jual bunga,”ucapnya dengan nada pelan

Nenek Ayu Cik mengaku sangat suka sekali eskrim. Diumurnya yang senja ternyata dia kembali mengidamkan eskrim dimana itu adalah makanan favoritnya saat remaja.

Bisa makan eskrim senang sekali setiap tahunnya,”katanya sembari tersenyum