IST

Detak-Palembang.com – Kasus lanjutan dugaan korupsi di PDPDE Sumsel, terdakwa Muddai Madang menilai ada kejanggalan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik ​​Kejaksaan Agung RI.

Hal itu dikatakan Muddai Madang di hadapan majelis hakim yang dikenal dengan Hakim Yoserizal, SH, MH, di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (18/5/22)

Menurut Muddai Madang, penerimaan fee pemasaran dalam pengelolaan gas PT PDPDE yang notabene murni perusahaan swasta dan dianggap melanggar tata kelola keuangan negara.

“Tetapi sebaliknya penjualan pipa yang merupakan aset PT PDPDE gas oleh PT Rukun Raharja Tbk sebagai pemegang saham mayoritas PT PDPDE gas bukanlah dianggap melanggar tata kelola keuangan negara dan tidak merugikan keuangan negara,” ujar Muddai Madang.

Sementara itu, Majelis Hakim menanyakan kepada terdakwa Muddai Madang tentang pemilik PT Rukun Raharja, menurut Muddai Madang, PT Rukun Raharja adalah Happy Hapsoro Sukmonohadi yang diketahui merupakan suami dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Dalam penegakan hukum lainnya yakni perihal pembentukan joint venture PT DKLN serta PT PDPDE gas yang ditandatangani Said Agus Putra, yang bertanggung jawab namun hingga saat ini tidak ditetapkan sebagai tersangka,” sebutnya.

Menanggapi keterangan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa Dr. Imam Sofian, SH, MH yang didampingi oleh Heru Andeska, SH, M Sakri Tawangsalaka SH dan Arief Darussalam, SH mengaku cukup puas dengan pernyataan klien.

“Karena kesaksian klien kami sangat penting untuk dipertanyakan terkait tanggung jawab PT Rukun Raharja yang menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali di PT PDPDE gas dari tahun 2012 hingga sekarang, yang mana seperti tidak tersentuh hukum sama sekali,”ujarnya

Ia merasa yakin dengan keterangan kliennya dan saksi lain yang mengklarifikasi kasus ini, ia juga menyimpulkan kasus ini bukan kasus korupsi karena secara hukum PT PDPDE gas adalah perusahaan swasta murni dan pengelolaan gas komersial bukan bagian darinya. dari aset negara.

Selain itu, kata dia, ini bukan gas prioritas dan ini diperkuat dengan fakta persidangan yang dihadirkan sejak awal persidangan hingga saat ini.

“Karena beberapa fakta tersebut muncul di persidangan, kami berharap dapat menggugurkan dakwaan yang menjerat klien kami Muddai Madang,” sebutnya