Detak-Palembang.com – Fenomena tawuran dini hari jelang subuh di bulan Ramadhan marak terjadi di Kota Palembang.

Aksi itu dilakukan gerombolan bocah cilik alias bocil notabene berumur 14 tahun hingga 17 tahun.

Baru-baru ini, Rabu (6/4/22) Polrestabes mengamankan 25 bocil melakukan aksi tawuran di kawasan 3/4 Ulu dan 2 Ulu Palembang.

25 remaja diamankan karena terlibat tawuran di Polrestabes Palembang

Polisi juga mendapatkan senjata yang digunakan untuk tawuran. Yakni Pedang, Parang, Bambu, Kayu, Bom Molotov, Petasan dan Botol.

Mendengar itu Wakil Wali Kota (Wawako) Fitrianti Agustinda memberikan pesan dan imbauan kepada para kaula muda di Palembang.

Kendati dirinya kecewa dengan apa yang dilakukan para generasi muda di Kota empek-empek ini.

“Saya Wakil Wali Kota Palembang mengimbau kepada masyarakat khususnya kaula muda. Apa lagi ini Ramadhan jangan isi dengan kegiatan negatif lebih mendekati diri kepada agama. Tentunya dengan menjalankan ibadah puasa,”pesannya.

Finda nama sapaan Wawako menuturkan, apa yang didapatkan dari tawuran kecuali mencelakai diri sendiri. Apa lagi disebutkannya Kota Palembang tengah mengalami siaga Covid-19 dengan kategori PPKM Level 3.

“Hindari kekerasan atau tawuran membuat diri celaka. Bagaimanapun kota kita lagi banyak persoalan jangan menambah lagi pesoalan,”pungkasnya