Pengadilan Tipikor Palembang.

Detak-Palembang.com – Lanjutan sidang dugaan kasus korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 2010-2019 di Pengadilan Tipikor Palembang.

Dalam sidang hari ini Selasa (19/4/2022) menghadirkan Nani Triana pihak dari Bank Mandiri Palembang sebagai saksi.

Kasus itu atas tiga terdakwa, yakni Muddai Madang Muddai Madang pemilik dan juga Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN), A Yaniarsyah Hasan selaku Direktur PT DKLN sejak tahun 2009 merangkap Direktur PT PDPDE Gas sejak tahun 2009 serta Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak tahun 2014 yang juga Komisaris PT PDPDE Gas, dan terdakwa Caca Isa Saleh Sadikin (Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak tahun 2008 dan juga merangkap Dirut PT PDPDE Gas tahun sejak 2010).

Di persidangan, saksi Nani Triana mengatakan, jika di Bank Mandiri Palembang ada tiga rekening Muddai Madang. Ketiga rekening tersebut dibuat oleh Muddai Madang pada November 2011, Juli 2019 dan Januari 2021.

“Dari tiga rekening tersebut ada transferan uang dari PDPDE Gas berupa mata uang dolar sebesar 150.000 US dolar dan sebesar 5.394 US Dolar. Adapun keterangan uang tersebut, yakni terkait payment invoice,” ungkapnya.

Masih dikatakan saksi, selain itu ada juga uang yang keluar dari rekening Muddai Madang ke rekening atas nama Ratna Yulita.

“Untuk uang yang dikirimkan ke rekening Ratna Yulita ada yang senilai Rp 3 miliar, dan ada juga senilai Rp 400 juta,” tegasnya.

Di persidangan, Muddai Madang yang hadir secara online membantah keterangan dari Nani Triana saksi pihak dari Bank Mandiri Palembang.

Dikatakan Muddai Madang, jika uang dolar yang masuk ke rekeningnya merupakan uang yang sah.

“Itu uang sah dari dividen PT DKLN, uang itu memang hak DKLN,” ujar Muddai Madang

Terkait hal tersebut Ketua Majelis Hakim Yoserizal SH MH langsung mengingatkan terdakwa Muddai Madang.

Dikatakan Hakim, jika Muddai Madang mau menyampaikan keterangan maka disampaikan nanti disaat sidang pembelaan.

“Kalau saudara Muddai Madang mau menyampaikan pembelaan, nanti ketika sidang pembelaan,” cetus Hakim Yoserizal.