Sidang di Pengadilan Tipikor Palembang

Detak-Palembang.com – Mantan Plt Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Marzan Aziz mengakui, menandatangani tiga cek dana hibah.

Hal itu saat, menjadi saksi Alex Noerdin (mantan Gubernur Sumsel) dan Muddai Madang (mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya), terdakwa dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (7/4/2022).

“Saya selaku Plt Ketua umum yayasan bersama Sekretaris Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Marwah M Diah menandatangani tiga cek yang menggunakan dana hibah tahun 2015 untuk pembayaran pembangunan Masjid Sriwijaya. Ketiga cek tersebut, terdiri dari; Rp 48 miliar lebih untuk uang muka kepada PT Brantas Abipraya, Rp 1,2 miliar untuk membayar PT Indah Karya, dan sekitar Rp 240 juta untuk administrasi proyek panitia pembangunan,” ungkapnya. 

Masih dikatakannya, sebelum penandatanganan cek tersebut dilakukan mulanya dirinya meminta Bendahra Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Muddai Madang dan Marwah M Diah memeriksa kelengkapan dokomen permintaan pembayaran yang masuk ke Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

“Dari hasil pemeriksaan kelengkapan tersebut dokumen dinyatakan lengkap. Dari itulah saya menandatangani ke tiga cek tersebut,” katanya.

Dilanjutkannya, dirinya menandatangani cek tersebut karena untuk memproses pembayaran kepada pihak kontraktor, untuk cek mesti ditandatangani olehnya yang saat itu Plt Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

“Saya menjadi Plt Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya menggantikan Bapak Zamzami Ahmad yang mengundurkan diri dari Ketua Umum Yayasan. Oleh karena itu tahun 2015 saya menjadi Plt Ketua Umum, dan saat itu saya menandatangani pengeluaran dana hibah Rp 50 miliar buat membayar kontraktor. Dimana pembayaran tersebut tentunya telah sesuai dengan dokumen laporan pekerjaan dan progres pembangunan yang dilaporkan penitia pembangunan,” pungkasnya