Detak-Palembang.com PALEMBANG — Setiap kali menjelang perayaan hari-hari besar nasional, harga komodinas terutama sembako mengalami kenaikan harga. Seperti tahun 2022 ini, salah satu komoditas yang diburu ibu-ibu rumah tangga menjelang Lebaran Idul Fitri salah satunya adalah daging sapi. Saat ini harga per kilo gramnya di pasar Kota Palembang tembus hingga Rp 170 ribu sampai Rp. 180 ribu. 

Andi, pedagang di pasar Lemabang Palembang mengatakan, harga daging sapi segar yang ia jual saat ini memang terjadi kenaikan harga, namun ungkapnya tidak menyurutkan masyarakat berburu dan membeli daging. Apalagi ini adalah lebaran setelah dua tahun terakhir dilarangnya beraktifitas normal karena pandemi Covid-19. Jadi karena itulah yang mungkin membuat antusias masyarakat untuk membeli daging pun makin tinggi,” ungkapnya disela-sela kesibukan melayani pembeli, Jumat (29/4/2022).

Menurut dia, kenaikan harga daging sapi mulai terjadi sepekan setelah memasuki bulan Ramadan. Biasanya harga daging sapi segar di pasar tradisional tersebut hanya berkisar Rp110.000 per kg. 

“Harga modal dari agen berkisar Rp. 110-130 ribu, itu modal kami. Harga jual bisa terus naik, bahkan bisa tembus Rp200.000 per kg,” ungkapnya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi mengatakan kenaikan harga juga dipengaruhi psikologis masyarakat. 

“Oleh karena itu, kami meminta agar masyarakat membeli daging sapi sesuai kebutuhan saja. Intinya harga ini naik juga dampak dari psikologi masyarakat dalam menyambut lebaran tahun ini,” katanya. Namun demikian, Ruzua menegaskan bahwa stok daging sapi di Sumsel dalam kondisi mencukupi. 

“Harganya tinggi bukan karena tidak ada stok, malah stoknya banyak dan melimpah. Hanya saja ada sebagian pedagang yang tertarik untuk menaikkan harga karena permintaan tinggi di tingkat konsumen,” jelasnya. Ruzuan berharap agar harga daging sapi saat ini sudah maksimal dan tidak ada permainan harga dari pedagang pasar. 

“Harapan kita harga tidak semakin melambung. Bahkan jangan sampai tembus Rp200.000 per kg. Karena tentu akan membuat konsumen merasa berat,” jelasnya. 

Untuk memberikan pilihan kepada masyarakat, pihaknya memberikan solusi dengan menggelar pasar murah di kawasan kantornya. Yakni menyediakan daging sapi beku yang dijual Rp120.000 per kg dan daging kerbau beku seharga Rp80.000 per kg. 

“Bisa jadi pilihan masyarakat, kualitasnya sama saja. Tapi harganya terjangkau,” katanya.