Detak-Palembang.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru merupakan satu dari tiga kepala daerah  yang mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)  pusat. 

Dimana menurut APTISI sosok kepemimpinan Gubernur Sumsel H  Herman Deru merupakan  kepala daerah yang berkomitmen tinggi  dalam memajukan pendidikan melalui  peningkatan   mutu  Perguruan  Tinggi,  mengemban  Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pemberian beasiswa bagi para dosen dan mahasiswa  di Sumsel.

“Saya ucapkan terimakasih kepada  Ketua Umum APTISI bapak M Budi Djatmiko. Penghargaan ini   merupakan cambuk bagi Saya untuk  lebih  memacu kualias mutu pendidikan di Sumsel.  Kita juga sudah berikan keringanan   UKT  bagi  mahasiswa,  kapasitas dosen  pengajar juga kita tingkatkan dengan program beasiswa bagi dosen S2 untuk mengambil gelar doktor atau S3,” ucap Herman Deru usai menerima penghagaan dari Ketum APTISI  pada Muswil VI Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II A Sumsel Bangka Belitung  yang dilaksanakan di  Ballroom  Hotel Herper  Palembang Selasa (22/3).

Menurut Herman Deru, upaya meningkatkan kualitas dan mutu  Peruguan Tinggi  Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Sumatera Selatan. Mulai tahun 2022 ini Pemprov Sumsel  kembali akan  memberikan beasiswa bagi  para dosen  S2 (Magister)   untuk melanjutkan pendidikannya  ke jenjang S3 atau gelar  Doktor.

“Saya sudah berdiskusi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II untuk MoU untuk peningkatan kapasitas dosen dari S2 ke jenjang doktor.  Tolong diseleksi dengan benar, dan Pemprov akan memberikan beasiswa itu untuk PTS dan PTN yang ada di Provinsi Sumsel,”  tambahnya.

Melalui program  beasiswa bagi para dosen S2 tersebut, lanjut Herman Deru   Pemprov Sumsel  ingin meningkatkan  kualitas SDM para dosen agar dapat bersaing dengan para doses dari luar negeri. Bukan itu saja beasiswa serupa juga diberikan pada kalangan mahasiswa  dengan pemberian   stimulan untuk pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Ada 213 negara di dunia ini binggung mencari cara,  mempertahankan ekonomi dan pendidikan. Saya spontanitas aja menecetuskan terobosan  untuk memberikan stimulan kepada PTS dan PTN. Ada Ribuan mahasiswa dan mahasiwi  mendapatkan diskon UKT yang dibiayai Pemprov Sumsel,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Aptisi Wilayah II A Sumsel Babel Dr. Drs H. Muhammad Helmi, M.Si mengatakan, APTISI adalah wadah tunggal bagi perguruan tinggi swasta dalam memajukan pendidikan tinggi swasta dalam membangun bangsa.  Setidaknya ada  2990 PTS yang berada dibawah Kemenristekdikti, berkontribusi dalam pembangunanan nasional. 

APTISI juga mengucapakan terimakasih atas komitmen Gubernur Herman Deru dalam membantu kelangsungan pendidikan mahasiswa Sumsel di masa pandemi Covid-19, dimana bantuan stimulan berupa pengurangan  UKT yang dampaknya  sangat dirasakan oleh PTN dan PTS di Sumsel. 

“Stimulan kuliah betul-betul dirasakan oleh mahasiswa dan mahasiswi. Potensi besar APTISI tersebut perlu diberdayakan, karena telah banyak usaha pemerintah dalam memajukan bangsa, sejalan dengan upaya untuk memajukan PTS dan mencerdaskan anak bangsa yang akan disiapkan sebagai SDM unggul, untuk membangun bangsa ini,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Dewan Pembina Aptisi Pusat Dr. H. Marzuki Alie, S.E.,M.M, dan Kepala LLDikti Wilayah II Prof. Yuliansyah, S.E., MSA.,Phd.,Akt,CA.*****