Sidang dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya

Detak-Palembang.com – Pengadilan Tipikor Palembang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya atas nama terdakwa Akhmad Najib, mantan Asisten I Bidang Kesra Pemerintah Provinsi Sumsel.Senin (7/2/2022)

Majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Yoserizal SH MH,  mengagendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, atas eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Akhmad Najib beberapa waktu lalu.

Namun JPU Kejati Sumsel meminta majelis hakim menolak eksepsi terdakwa Akhmad Najib. JPU juga meminta majelis hakim melanjutkan pemeriksaan perkara ini dengan menghadirkan sejumlah saksi yang telah disiapkan.

JPU membacakan tanggapan eksepsi bahwa dalil eksepsi terdakwa Akhmad Najib tidak mendasar dan harus ditolak atau diabaikan karena sudah masuk dalam materi pokok perkara.

“Menurut pendapat kami, dalil tersebut sangat tidak berdasar, dan haruslah ditolak atau diabaikan karena tidak masuk dalam ruang lingkup eksepsi, serta harus dibuktikan dalam persidangan karena telah memasuki materi pokok perkara,” ujar tim JPU Kejati Sumsel, Naimullah, Senin (7/2/2022).

Dengan demikian, lanjut JPU, bahwa eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Akhmad Najib melalui penasihat hukumnya, haruslah dinyatakan tidak dapat diterima, dan pemeriksaan perkara ini dapat dilanjutkan.

JPU berharap agar, majelis hakim dapat menolak semua eksepsi yang diajukan oleh terdakwa, dan melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan perkara dengan menghadirkan saksi-saksi.

“Untuk saksinya sendiri, kurang lebih puluhan sudah kami siapkan dan akan dihadirkan baik secara langsung di persidangan ataupun secara online,”ucapnya