Detak-Palembang.com – Jakarta, 24 Februari 2022 – Penglihatan merupakan bagian dari panca indera yang memainkan peran penting dalam setiap aspek kehidupan dan secara dominan mampu mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Sayangnya, menurut WHO[1], secara global setidaknya 2,2 miliar orang memiliki gangguan penglihatan atau kebutaan. Di samping itu, bertambahnya populasi usia menua, turut menyebabkan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki gangguan penglihatan. 

Selain berfungsi memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, penglihatan yang baik dapat pula membantu mempertahankan kemandirian dan memfasilitasi pengelolaan kondisi kesehatan lainnya.

Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para masyarakat lanjut usia (lansia) dan penyandang tunanetra. Membedakan jenis obat yang dikonsumsi, misalnya, bukanlah perkara yang mudah jika dibandingkan dengan masyarakat berusia lebih muda atau orang dengan kondisi mata normal, yang cukup dengan membaca label kemasannya saja, sudah bisa mengetahui jenis, dosis, hingga cara pemakaiannya.

“Generasi muda Indonesia perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kebutuhan masyarakat, disertai dengan kemampuan menawarkan solusi aplikatif. Potensi ini perlu didorong agar muncul di permukaan dan menghasilkan terobosan-terobosan yang berguna bagi kemajuan bangsa,

Layaknya yang Samsung lakukan melalui program Samsung Innovation Campus (SIC). Program SIC, mendorong pola pikir para siswa dari sekolah mitra, untuk bereskplorasi secara praktikal dalam merespon permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya, dan menghadirkan solusi di masyarakat lewat inovasi berupa project atau produk digital.

Tak hanya membentuk generasi yang solutif dan inovatif, program SIC diharapkan juga mampu menciptakan lulusan berkualitas demi menjawab kebutuhan kerja yang semakin meningkat seiring dengan akselerasi interaksi digital pada era industri 4.0,” ujar Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono.