Detak-Palembang.com – Palembang , Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda meresmikan bedah rumah warga kurang mampu di Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Rabu (19/1/2022).

Rumah itu milik pasangan Teguh dan Ade. Sehari-hari, rumah itu digunakan untuk belajar baca tulis Al Quran.

“Desember tahun kemarin saya secara langsung melihat rumah ini. Kondisinya memang memprihatinkan dan layak diperbaiki,” ujar Fitrianti.

Kini kondisi rumah sudah bagus dan kokoh, usai dibedah Pemkot Palembang melalui Baznas Palembang.

“Baznas ini salah satu organisasi milik Pemkot yang bertugas menghimpun dana zakat, yang kemudian dikembalikan kepada umat. Untuk membantu saudara kita, seperti Bapak Teguh dan Ibu Ade ini,” kata Fitrianti.

Selain bedah rumah, program Baznas juga membantu untuk pendidikan dan kesehatan serta sosial kemasyarakatan.

“Di awal tahun ini kegiatan serta program dari Baznas terus berinovasi, seperti mengadakan sedekah rumah. Program baru ini akan dilaksanakan pada awal tahun 2022. Artinya mekanisme dana umat ini sudah berjalan dengan baik dan kami titip agar pengelolaannya bisa sampai ke umat yang membutuhkan. Untuk tahun ini (2022) rehap rumah ada 12 dan bedah rumah dari tahun 2018-2022 berjumlah 24 rumah,” Fitrianti menerangkan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang, Ridwan Nawawi, mengatakan, rumah untuk baca tulis Al Quran itu selesai direhab dalam waktu singkat, yakni dua bulan.

“Kita prihatin, karena rumah ini sebelumnya reot dan rapuh. Karena itu kita segera bergerak cepat melaksanakan bedah rumah,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, ada sejumlah persyaratan untuk mendapatkan program perbaikan rumah ini. Mulai dari lahan milik sendiri, kondisi rumah tidak layak huni. Kemudian ada usulan dari lurah serta camat setempat.

“Untuk anggarannya, mulai dari rehab rumah 40 juta, bedah rumah, 60-70 jt dan sedekah rumah 150 jt. Mengenai status hukum sedekah rumah itu sendiri, statusnya

Mulai dari lahan milik sendiri, kondisi rumah tidak layak huni. Kemudian ada usulan dari lurah serta camat setempat.

“Untuk anggarannya, mulai dari rehab rumah 40 juta, bedah rumah, 60-70 jt dan sedekah rumah 150 jt. Mengenai status hukum sedekah rumah itu sendiri, statusnya sudah menjadi hak milik orang tersebut dan ada sertifikatnya,” kata Ridwan. (*)