Detak-Palembang.com, BATURAJA – Sampah apa pun selalu menjadi momok dan menakutkan bagi siapa pun. Namun, bagi seorang yang kreatif, sampah plastik yang sudah dipilah dan dibersihkan bisa menjadi sesuatu yang berharga, sekaligus menjadi wahana hiburan.

Adalah Endro (27 tahun), lajang asal Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan salah satu yang kreatif itu.

Endro sering terlihat berphoto bersama anak – anak di kawasan taman kota Baturaja. Ia menjelma menjadi seorang costplayer (pemakai kostum) karakter “Superhero”.

Endro ternyata memiliki kemahiran yang belum banyak diketahui masyarakat. Kostum Superhero itu Ia design sendiri dan memproduksinya dari bahan plastik dan botol oli bekas.

Saat ini, Endro telah memroduksi sekitar delapan (8) kostum Karakter Superhero, seperti Batman, IronMan, Captain America, Bumble Bee, dan lain – lain.

Sejatinya, Endro tidak memiliki pekerjaan tetap. Dengan latar belakang tak memiliki pekerjaan tetap itu, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, muncul ide kreatif.

Menghadapi sulitnya kondisi kehidupan dan penghidupan dalam masa Pandemi Covid-19,
Endro tidak patah arang. Dirinya membuat kostum karakter Superhero dengan cara otodidak, hanya dipandu dengan gambar.

Saat berbincang dengan wartawan, Endro menceritakan bahwa awalnya hanya memroduksi helm sepeda motor dengan karakter IronMan, namun sempat ditentang orangtuanya karena dinilai kurang bermanfaat. Akhirnya Endro membuktikan dengan membuat kostum seluruh badan dan akhirnya dapat diterima masyarakat di Baturaja sebagai hiburan bagi anak anak khususnya.

“Awalnya, saya bingung karena tak punya pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk itu, saya mencoba membuat kostum karakter ini agar bisa menghibur anak-anak dengan bayaran seikhlasnya,”ujar Endro.

Dijelaskan Endro, kostum karakter yang dibuatnya sering ditawar oleh orang lain, namun dia masih enggan untuk menjualnya, karena keterbatasan bahan bekas untuk membuatnya lagi atau untuk produksi massal.

“Semoga karya saya dapat menghibur anak-anak dan orang tua,” pungkas Endro, yang pernah bekerja sebagai Tool man komputer jaringan di salah satu SMK Negeri Baturaja.