Permana

Detak-Palembang.com – Palembang , Pemerintah Kota Palembang menghentikan beroperasi sementara Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi sejak 1 Januari 2021 lalu. Penghentian layanan Bus Transmusi ini tentunya mempunyai dampak bagi masyarakat Palembang.

Permana, Pengamat Kebijakan Publik Sumatera Selatan sangat menyayangkan kebijakan pemerintah kota Palembang menghentikan operasinya bus Transmusi.

Selama lebih dari 10 tahun Transmusi sebagai moda transportasi massal di kota Palembang belum pernah mengalami kerugian dan telah banyak memberikan manfaat bagi penggunanya terutama bagi masyarakat golongan ekonomi tingkat bawah.

“Penghentian operasi Transmusi ini tentu saja berpengaruh bagi konsumen, terutama bagi masyarakat bawah yang sangat membutuhkan kendaraan yang nyaman. Dimana ongkos hanya sekitar Rp3000 hingga Rp5000,” ujar Permana.

Mantan Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Sumatera Selatan ini mengatakan, Pemerintah Kota Palembang perlu mengkaji ulang penghentian operasional Transmusi. Selama yang diketahuinya, dalam operasional Transmusi cukup memberikan pendapatan yang baik mencapai sekitar Rp 40 hingga Rp 45 juta perhari dengan jumlah penumpang mencapai 15 ribu orang.

“Artinya bahwa Transmusi itu tidak rugi betul, dan ini moda transportasi rakyat milik BUMD jadi sudah seharusnya memberikan pelayanan pada rakyatnya,” jelasnya.

Permana yang pernah membawa Sumsel nomor 1 diluar Pulau Jawa sebagai Daerah tujuan Investasi di Indonesia, mencontohkan Transportasi massal LRT di Kota Palembang yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan, sejauh ini LRT belum memberikan keuntungan. Tetapi karena kepentingan untuk umum dan memberikan kemudahan pada masyarakat jadi tidak pernah dihentikan operasinya.

“Sekarang sudah seharusnya pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut, dan perlu juga melakukan pembinaan terhadap manajemen, sehingga tidak perlu menghentikan operasinya,” tuturnya.

Sebagai mana diketahui sebelumnya Pemerintah Kota Palembang menghentikan operasional sementara Bus Transmusi sejak 1 Januari 2021 lalu. Penghentian operasional ini, karena dana subsidi yang diajukan oleh manajemen PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya selaku pengelola Transmusi sebesar Rp 12 miliar tidak dianggarkan oleh Pemerintah, walaupun sudah mendapat persetujuan dari DPRD.

Akibat penutupan operasional Bus Transmusi ini, sebanyak 140 karyawan di rumahkan dan 60 orang terpaksa dilakukan pemutusan hubungan kerja.tambahannya ,

1. Agar dikelola dgn profesional bila perlu lelang utk jabatan dirut bumd PT SP2J serahkan sama ahlinya .

2. BUMD dulu visinya berdikari bahkan mau mengGaji sendiri tanpa subsidi, skrg subsidi dihentikan trnnsmusinya pun ikut berhenti,

3. Solusi akhir proyek yg tdk urgent , hentikan atau perjalanan dinas dikurangi.