Detak-Palembang.com – Palembang , Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, mevonis Mukti Sulaiman 7 tahun dan Ahmad Nasuhi 8 tahun penjara, dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi Masjid Sriwijaya.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Feri Kurniawan dikonfirmasi mengenai vonis kedua terdakwa mengatakan, mungkin rasa keadilan masyarakat sudah terpenuhi dengan hukuman yang lumayan besar yaitu 7 dan 8 tahun penjara.

“Pada prinsipnya, semua tindak pidana korupsi sama saja yaitu merampas harkat hidup orang banyak juga merugikan orang banyak,” ujarnya Rabu (29/12)

Feri mengatakan, bahwa yang menjadi pertanyaan masyarakat, yakni peran DPRD Sumsel yang sampai saat ini belum tersentuh hingga masyarakat berharap di sidang Alex Noerdin CS semua akan terungkap.

“Pak Najeb katanya akan buka-bukaan mengenai persetujuan anggaran, hak pengawasan dan meminta pertanggung jawaban anggaran merupakan tupoksi DPRD dan ini yang belum di ungkap,” jelasnya.

Tidak hanya dijatuhi hukuman 7 dan 8 tahun penjara, masing-masing terdakwa juga dijatuhi denda masing-masing Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan.

“Untuk denda Rp 400 juta dengan kesalahan lalai menjalankan tupoksinya itu sudah cukup tapi kalau menikmati hasil korupsi harus di hukum berat, untuk kedua pelaku korupsi ini tidak perlu di miskinkan cukup dengan denda dan hukuman badan,” ungkapnya.

Disinggung kedua terdakwa mengatakan fikir-fikir di akhir sidang, Feri menjelaskan bahwa kedua terdakwa tidak perlu banding lantaran hukuman tersebut sudah ringan karena PP 99 sudah di batalkan MK sehingga remisi dan bebas bersyarat berlaku untuk terpidana korupsi atau menjalani 60℅ masa hukuman.

“Tentunya, saya menunggu partisipasi keterangan dari pihak anggota Dewan (DPRD Prov) .