Detak-Palembang.com – Ogan Ilir , Sebelum memasuki ruang laboraturium pendidikan sejarah, aparat Subdit IV PPA Polda Sumsel diminta staf FKIP yang diperintah oleh pimpinannya untuk meminta surat tugasnya terlebih dahulu.

Setelah itu anggota Subdit IV PPA Polda sumsel langsung mengambil surat tugas dan Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni langsung menjelaskan kami sudah komunikasi dan berkoordinasi sampai detik ini.”ucapnya”. (Rabu, 1/12/2021)

Lanjutnya menjelaskan, dan juga sampai detik ini pihak Universitas Sriwijaya belum ada respon dan tanggapan sedikitpun dari jam 14.00-17.00 wib. Tujuan kami datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan betul atau tidak kejadian itu ada.

Tapi pihak Unsri bisa rekan rekan media lihat sendiri tidak kooperatif seakan akan menghalangi petugas penyidik untuk olah TKP di laboraturium pendidikan sejarah FKIP Unsri Indralaya.

Dijelaskan juga oleh anggota subdit ppa polda sumsel kepada staf fkip, yang mana kita disini upaya berupa penyelidikan karna dilokasi ini ada tindak pidana dan surat tugas kita sudah kita perlihatkan kepada Wakil Rektor III dan saat ini kita mau melihat ruang tempat kejadian perkara.

Ahirnya setelah dilihatkan dan dijelaskan oleh anggota Subdit PPA Polda Sumsel, staf FKIP Unsri tersebut mengizinkan masuk ruang lab pendidikan sejarah tersebut dan kita langsum membawa korban karna korban lrbih tahu dimana tempat saat kejadian dia dilakukan pencabulan pada saat itu.”jelasnya”.(RIll)