Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi

facebook sharing button

Detak-Palembang.com – Palembang ,   Terkait kejadian duel berdarah di Jalan Ahmad Yani, Lorong Karet, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, Jumat (3/12) pukul 09.30 WIB.

Husni (36) meninggal dunia saat diperjalanan menuju rumah sakit, sedangkan M Ridho (28) langsung diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Palembang setelah dirawat di rumah sakit beberapa jam usai kejadian, untuk dimintai keterangannya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi mengatakan M Ridho telah diamankan.

“Pelaku sudah kita amankan terkait duel berdarah yang mengakibatkan Husni meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit,” ujarnya.

Lanjut Kompol Tri menjelaskan, kejadian tersebut terjadi lantaran korban meminjam uang dengan pelaku, kemudian pelaku menagih uang nya.

“Karena korban tidak terima hingga terjadilah duel mau tersebut yang mengakibatkan korban Husni meninggal dunia,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, masalah hutang, dua warga telibat duel berdarah di Jalan Ahmad Yani, Lorong Karet, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Jumat (3/12) pukul 09.30 WIB dua orang pria dilarikan ke rumah sakit. Diketahui dia orang tersebut bernama M Ridho (28) dan Husni (36).

Akibat kejadian itu Husni warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Manggis, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

Kemudian, Ridho yang tinggal di seputaran tempat kejadian perkara (TKP) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari setelah mengalami luka di bagian kaki, paha dan tangan.

Ditemui Ridho mengatakan, kejadian bermula saat ia bertemu dengan Husni di TKP. 

“Pada saat bertemu dengan Husni saya menanyakan hutangnya ke saya Rp 500 ribu,” ujarnya, Jumat (3/12).

Lanjut Ridho menjelaskan, ia kemudian menanyakan hutang dengan dengan baik-baik, tetapi Husni malah marah dan mencekiknya.

“Kami kemudian berkelahi, namun dipisah oleh warga sekitar dan dia langsung pulang ke rumah,” katanya.

Ia mengungkapkan, melihat Husni pulang ia juga pulang ke rumah dan mengambil senjata tajam (Sajam) jenis pisau dan celurit.  

“Saya tahu dia pulang mengambil senjata lalu saya pulang juga mengambil pisau dan celurit, saat saya keluar lagi, saya bertemu dengan dia dan terjadilah kejadian tersebut,” jelasnya.

Kakak perempuan Husni, Ani mengatakan, bahwa ia tidak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa Husni. 

“Saya mendapatkan kabar kalu adik saya dilarikan ke rumah sakit. Awalnya saya dapat kabar itu saat saya baru pulang dari pasar, saat saya tiba di rumah sakit ternyata adik saya sudah meninggal, dan setahu saya mereka memang ada selisih paham,” tutupnya.