Detak-Palembang.com – Jakarta , Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan wacana revisi terhadap UU Narkotika, yang salah satunya nanti bakal membuat para pemakai tidak perlu lagi masuk ke penjara, melainkan hanya rehabilitasi.

Menurutnya, dengan revisi tersebut, permasalahan narkotika yang sering muncul di hulu dapat diselesaikan.

“Revisi Undang-undang narkotika menjadi salah satu bentuk menyelesaikan masalah di hulu tentang narkotika. Kita harapkan, tahun depan masuk dalam Prolegnas. Tujuan kita daripada pemakai dibawa ke dalam lapas, mendingan kita rehabilitasi,” ujarnya.

Yasonna juga mempertimbangkan soal over kapastitas di lapas, akibat banyaknya kasus narkoba dilarikan ke penjara.

Maka dengan rehabilitasi, persoalan over kapasitas penjara juga dapat diselesaikan. Mengingat, negara tidak mengalokasikan anggaran yang cukup untuk membangun lapas-lapas tambahan di Indonesia.

“Kalau kita kejar-kejaran membangun lapas dengan jumlah kejahatan yang ada, keuangan negara tidak akan mampu. Anggaran Rp 131 miliar belum tentu cukup untuk membeli kasur, pembinaan dan lain-lain. Jadi memang mahal sekali,” uja