Walikota Palemvang H.Harnojoyo

Detak-Palembang.com – Palembang , Pemerintah Kota Palembang menerbitkan surat edaran untuk Mengantisipasi peningkatan aktivitas yang menimbulkan keramaian atau berkumpul nya masyarakat menjelang akhir tahun, terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru 2022. Isinya, semua alun-alun yang biasa dijadikan tempat berkumpul menyambut detik-detik pergantian tahun ditutup. 

Surat Edaran tersebut berdasarkan Inmendagri Nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penaggulangan Covid-19 saat Nataru 2022, Perda Sumsel Nomor 1 tahun 2021 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular, dan Perwali Nomor 27 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru

“Terdapat sejumlah pembatasan aktivitas menjelang Nataru dalam surat edaran tersebut seperti wajib penggunaan masker dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah,” ujar Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Jumat (17/12/2021).

Meski demikian, lanjut Harno, Pemkot Palembang masih melakukan pelonggaran seperti pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan.

Pembatasan jam operasional tempat perbelanjaan tersebut diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Kemudian penggunaan aplikasi PeduliLindungi saat masuk dan keluar, serta pengunjung tidak melebihi 75 persen dan meniadakan even perayaan Natal dan Tahun baru kecuali pameran UMKM,” katanya. 

Untuk kegiatan di area publik seperti tempat wisata tetap dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Lalu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, serta memastikan tidak ada kerumuman yang menyebabkan tidak bisa menjaga jarak.

“Pada tanggal 31 Desember hingga 1 Januari 2022, semua alun-alun di Palembang juga wajib dilakukan penutupan,” katanya. 
 
Harnojoyo menjelaskan, pihaknya juga telah menerima arahan dari Presiden RI, Joko Widodo terkait pencegahan penularan Covid-19. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap memperketat protokol kesehatan dan segera melakukan vaksinasi.
 
“Masyarakat tidak perlu panik, karena yang terpenting harus memperketat protokol dan mempercepat vaksinasi,” katanya.