Tersangka Pdmbunuh Anak kandung

Detak-Palembang.com – Palembang Sepasang suami-istri (pasutri), Aan Aprizal (33) dan Samsidar (29), di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ditangkap polisi kasus pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri. Sebelum dikabarkan tewas, anak kandungnya yang mengidap penyakit autis sejak lahir itu ternyata dibunuh dengan cara dianiaya sejak 1 minggu terakhir.

“Iya korban yang merupakan anak kandung kedua tersangka mengidap autis. Berdasarkan keterangan keluarga penyakit itu diderita korban sudah sejak dia lahir. Korban meninggal dunia dengan kondisi yang tidak wajar,” kata Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Paluppesy dikonfirmasi awak media, Senin (29/11/2021).

Kapolsek Babat Toman, AKP Adi Ahyat mengatakan, pasca kejadian itu pihaknya sudah mengambil keterangan para saksi, tiga diantaranya orang tua para tersangka. Korban yang meninggal di usia hampir 12 tahun itu, menurut polisi, semasa hidupnya hanya 1 kali di ajak para tersangka untuk di berikan pengobatan.

“Dari keterangan tiga orang yaitu orang tua kedua tersangka, korban ini sejak dia lahir hingga meninggal dunia baru satu kali di ajak kedua tersangka (orang tua korban) berobat,” kata Adi Ahyat, terpisah.

Adi mengatakan, berdasarkan hasil visum yang diterima pihaknya, bocah malang itu dinyatakan bukan baru kali ini menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan kedua orang tuanya.

“Berdasarkan keterangan dokter dan hasil visum, menyatakan jika korban bukan baru pertama kalinya dianiaya. Menurut dokter, sejumlah luka pada tubuh korban bukanlah satu kali perbuatan penganiayaan, namun sudah berulang kali sejak kurang lebih satu minggu sebelum korban dikabarkan tewas,” jelas Kapolsek.

Sebelumnya, Polres Musi Banyuasin menangkap sepasang suami-istri (pasutri), Aan Aprizal (33) dan Samsidar (29), di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Keduanya ditangkap karena telah menganiaya anak kandungnya hingga tewas, di kediamannya keduanya pada Rabu (24/11) malam.

“Benar, suami-istri yang menganiaya anak kandungnya hingga tewas sudah kita tangkap,” kata Kapolres Muba AKBP Alamsyah Paluppesy, Jumat (26/11/2021).

Alamsyah mengungkapkan kedua pelaku ditangkap di dua lokasi pada Rabu (24/11) malam, tidak lama setelah kejadian. Aan ditangkap ketika berada di rumah orang tuanya di Dusun LK II, Kelurahan Mangun Jaya, Babat Toman, sedangkan istrinya, Samsidar, ditangkap di desa yang sama ketika bersembunyi di rumah orang tuannya.

Kasi Humas Polres Muba Iptu Nazaruddin mengatakan peristiwa itu berawal ketika korban Andika Pratama (11), yang menderita autisme (disabilitas), sering buang air besar (BAB) sembarangan dan membuat Samsidar marah. Karena kesal, pelaku pun kemudian menganiaya anak kandungnya

“Karena itulah, tersangka ibu korban yang diduga emosinya memuncak menganiaya putranya tersebut dengan cara beberapa kali menendang alat vitalnya. Selain itu, dia juga memukul anak menggunakan gayung,” kata Nazar.

“Sedangkan ayah korban ini, melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban menggunakan selang plastik sepanjang 135 cm, sebanyak dua kali di bagian punggung korban,” ungkapnya.

Akibat penganiayaan itu, korban pun meninggal dunia.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak diperbarui dengan UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang Jo Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.