Destinasi wisata religi Bayt Alquran Al-Akbar atau Alquran raksasa berada di kawasan Gandus Palembang Sumsel (Detak-Palembang.com)
Destinasi wisata religi Bayt Alquran Al-Akbar atau Alquran raksasa berada di kawasan Gandus Palembang Sumsel (Detak-Palembang.com)

DETAK-PALEMBANG.COM, PALEMBANG – Dampak pandemi COVID-19 memang dirasakan di berbagai sektor, terutama di sektor pariwisata.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel) kini sedang berupaya mengembangkan potensi wisata religi, di beberapa daerah di Sumsel.

Disbudpar Sumsel pun, mengembangkan Paket Wisata Religi agar jumlah kunjungan pengunjung di Sumsel, kembali meningkat setelah sempat meredup akibat Pandemi Covid-19.

Kepala Seksi (Kasi) daya Tarik Wisata Disbudpar Sumsel Tiurma Y. I. Simanjuntak menuturkan, ada beberapa rangkaian kerja, untuk mengembangkan paket Wisata Religi yang saat ini telah masuk di tahap ke dua.

Di tahap pertama, Disbudpar Sumsel menyiapkan paket wisata religi di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kota Pagar Alam Sumsel.

Lalu di tahap ke dua, ada tiga daerah lagi yakni Ogan Komering Ulu (OKU) Raya, yakni OKU Timur, dan OKU Selatan.

“Dalam Forum Grup Diskusi untuk tiga daerah di OKU Raya. Saat ini tengah membahas wisata mana saja, yang nanti akan bisa dimasukan dalam paket,” ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Tiurma menuturkan, paket Wisata Religi Sumsel tersebut, akan diperluas hingga di 17 kabupate/kota di Sumsel.

Disbudpar Sumsel juga merangkul seluruh pelaku wisata dan agensi perjalanan, seperti Asosiasi Travel Agent (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA).

“Paket Wisata Religi ini dapat menciptakan alternatif baru, dalam paket perjalanan di Sumatera Selatan selain wisata alam dan buatan,” ucapnya.

Ditambahkan Tim Gubernur Sumsel Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pariwisata Sumsel, Aziz Kamis mengatakan, jika Paket Wisata Religi ini juga salah satu dari visi Gubernur Sumsel untuk menciptakan Sumsel yang religius.

“Kalau berbicara soal wisata religi bukan hanya yang agama islam, artinya semua agama kalau memang ada yang harus di hormati kita dorong jadi wisata religi,” ujarnya.

Azis mengatakan, dengan mengembangkan Paket Wisata Religi di Sumsel, bisa menghindari dari kegiatan negatif.

Seperti misalnya di salah satu makam tokoh atau nenek moyang, yang menjadi sejarah di daerah tersebut. Bisa dikembangkan menjadi tempat wisata.

“Jadi jangan sampai makam itu, hanya digunakan untuk kegiatan yang sifatnya syirik atau menjadi tempat meminta sesuatu,” ujarnya.