Pelantikan A. Rinto Pudyantoro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas. (Dok. Humas SKK Migas)
Pelantikan A. Rinto Pudyantoro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas. (Dok. Humas SKK Migas)

DETAK-PALEMBANG, PALEMBANG – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, melantik A. Rinto Pudyantoro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas.

Jabatan tersebut sebelumnya diduduki oleh Susana Kurniasih. Dwi mengatakan rotasi jabatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja organisasi.

“Rotasi jabatan Kepala Divisi dan Vice President di lingkungan Sekretaris SKK Migas seyogyanya menjadi penyegaran dan peningkatan kinerja terutama dari sudut kepentingan organisasi SKK Migas,” katanya, Sabtu (2/10/2021).

Dwi meminta kepada pejabat yang dilantik, untuk tetap berpegang teguh pada core values SKK Migas dalam menjalankan pekerjaan.

Yakni Professional, Responsive, Unity in Diversity, Decisive, Ethics, Nation Focused, dan Trustworthy (PRUDENT), serta tetap memegang teguh etika dan norma organisasi.

“Kita harus mewujudkan “4 NO” dalam tata kelola hulu migas, yaitu NO bribery, NO kickback, dan NO gift, dan NO luxurious hospitality,” ujarnya.

Dwi mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun yang sangat menantang, utamanya dalam mencapai target-target hulu migas seperti lifting, realisasi proyek, penerimaan negara, dan tentunya mengawal cost recovery.

“Kita memiliki rencana strategis IOG 4.0 (Indonesia Oil and Gas) dan memiliki mimpi yang besar agar ditahun 2030, produksi migas Indonesia mencapai 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan 12 BSCFD (miliar kaki kubik per hari) gas,” ucapnya.

Untuk itu dia mengharapkan kepada pejabat yang baru dilantik, untuk segera dapat menyesuaikan diri agar dapat bergerak bersama-sama untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.

Selain itu, transformasi melalui IOG 4.0 juga mencakup adaptasi bentuk komunikasi institusi di era digitalisasi saat ini.

“Salah satu dampak terbesar dalam perilaku komunikasi adalah pandemi COVID-19, hal tersebut, mengharuskan adanya adaptasi yang begitu cepat dalam cara institusi berkomunikasi,” ujarnya.

Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas menurutnya, menjadi penghubung dengan para pemangku kepentingan SKK Migas.

Dia melihat juga, sudah cukup baik dalam melakukan adaptasi tersebut. Serta berharap pejabat baru mampu menjalankan tugasnya, dengan lebih baik kedepannya.

Dwi berpesan agar distribusi komunikasi, informasi, serta edukasi mengenai SKK Migas dan kegiatan hulu migas, dapat lebih ditingkatkan.

Sehingga visi misi jangka pendek maupun jangka panjang hulu migas dapat diterima dan didukung oleh para pemangku kepentingan terkait.