Capture Daily Star : Fatinah Hossein si guru cantik yang ketahuan berhubungan badan dengan siswa SMP

Detak-Palembang.com – Guru SMP cantik di Brighton, Inggris berkali-kali telah melakukan hubungan badan siswanya sendiri berumur 14 tahun. Dia berdalih siswanya yang menggodanya dan mengajaknya berhubungan intim di ruang kelas.

Bahkan Guru SMP cantik bernama Fatinah Hossain (25) juga mengaku telah hamil. Lalu siswa SMP tersebut mendengar itu
ingin menyudahi hubungan mereka.

Namun, pihak polisi tidak langsung percaya. Polisi menyatakan klaim Fatinah sebagai upaya memutarbalikan fakta.

Dilansir dari Daaily Star, wanita yang ditangkap pada Juli 2020 lalu itu disidang oleh di Brighton Crown Court pada Kamis, 21 Oktober 2020. 

Dalam sidang itu ia divonis penjara selama lima tahun empat bulan.

Dia juga akan terdaftar sebagai pelanggar seks selama sisa hidupnya dan akan tunduk pada Perintah Pencegahan Kerusakan Seksual selama 10 tahun setelah dia dibebaskan dari penjara.

Lulusan Magister Kriminologi Global di Universitas Roehampton, juga akan terdaftar sebagai pelanggar seks tanpa batas waktu.

Setelah dibebaskan dengan jaminan Juni lalu, Hossain mengintimidasi keluarga korban untuk mencari dukungan agar kasus pelecehan tersebut dihentikan.

Ia juga meminta para teman-teman korbannya agar tidak menjadi saksi polisi. 

Hakim Jeremy Gold mengatakan bahwa perbuatan Fatinah tersebut merupakan kejahatan yang luar biasa.

Detektif Constable Leigh Rankin, dari Polisi Sussex, menambahkan bahwa Fatinah telah memutar balikan fakta.

“Ini adalah kampanye yang berkepanjangan dan menyedihkan dan kami senang bahwa keadilan sekarang telah dilakukan untuk bocah itu dan beberapa orang lain yang terperangkap dalam jaringan kebohongan dan manipulasi Fatinah.

“Fatinah pertama kali ditangkap pada Juni 2020 menyusul laporan bahwa dia telah menjalin asamara dan berhubungan seks dengan seorang siswa berusia 14 tahun dari sebuah sekolah di Horsham tempat dia bekerja.

“Hubungan seksual berlanjut selama beberapa bulan di mana dia terus memanipulasi emosi anak laki-laki itu, termasuk mengklaim bahwa dia hamil setelah siswa itu mencoba mengakhiri hubungan.

“Hossain awalnya dibebaskan dengan jaminan untuk penyelidikan lebih lanjut. Setelah ini, korban, keluarga, dan teman-temannya mendapat intimidasi dari Fatinah.”

(*)