Destinasi wisata religi Bayt Alquran Al-Akbar atau Alquran raksasa berada di kawasan Gandus Palembang Sumsel (Detak-Palembang.com)
Destinasi wisata religi Bayt Alquran Al-Akbar atau Alquran raksasa berada di kawasan Gandus Palembang Sumsel (Detak-Palembang.com)

DETAK-PALEMBANG.COM, PALEMBANG – Pandemi COVID-19 membuat pariwisata di Sumatera Selatan (Sumsel) luluh lantak. Bahkan, dari awal penyebaran wabah COVID-19 hingga kini, Sumsel zero kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumsel hanya bertengger di angka 2.297 orang di tahun 2020. Tepatnya menurun 85,5 persen dari tahun 2018 yang mencapai 15.846 orang.

Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal menuturkan, hingga saat ini kunjungan wisman melandai karena dampak pandemi COVID-19.

“Jumlah arus kunjungan wisatawan ke Sumsel menurun drastis, hampir mendekati 80 persen. Utamanya wisman nol persen. Hal itu karena penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura di tutup total,” katanya, Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan, dengan adanya kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Sumsel tak lagi bertumpu pada kunjungan wisman, melainkan wisatawan domestik.

Aufa Syahrizal bersyukur, jumlah arus wisatawan domestik ke Sumsel mulai merangkak naik. Terutama di daerah-daerah tujuan wisata, yang berada pada level 2. Seperti di Pagar Alam, Lahat, Lubuk Linggau, Muara Enim dan lainnya.

Dengan mulai naiknya jumlah wisatawan domestik ini, lanjutnya, di Kota Palembang juga kena imbasnya.

“Alhamdulillah di Kota Palembang sendiri dari laporan ketua PHRI, beberapa minggu terakhir tingkat hunian hotel meningkat cukup signifikan. Terutama di saat weekend. Kita doakan COVID-19 segera berlalu dan kepariwisataan kita kembali bangkit,” ujarnya.