Jasmine Kayla Juditha, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) di Universitas Sriwijaya (Unsri) menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Merdeka Palembang (Detak-Palembang.com)
Jasmine Kayla Juditha, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) di Universitas Sriwijaya (Unsri) menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Merdeka Palembang (Detak-Palembang.com)

DETAK-PALEMBANG.COM, PALEMBANG – Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di seluruh daerahnya. Namun dari target yang akan dicapai, ternyata persentasenya masih kecil.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, total warga yang sudah divaksin terdiri dari 28,28 persen vaksin dosis pertama dan 15,72 persen untuk vaksin dosis kedua.

Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuraini menuturkan, dari target sekitta 6,3 juta warga yang divaksin, sudah ada lebih dari 1,78 juta warga divaksin dosis pertama dan dosis kedua sekitar 99 ribuan.

Untuk tenaga kesehatan (nakes) dan pelayanan public Sumsel, sudah 100 persen divaksin. Namun untuk warga lanjut usia (lansia) hanya sebesar 20,31 persen, atau sekitar 121 ribu dari target 597 ribuan.

“Kalangan remaja yang sudah divaksin 35,850 orang saja, baru 4,23 persen dari target 846.683 orang. Sedangkan masyarakat rentan umum yang divaksin, sudah 869.441 atau 19,89 persen dari target 4,3 jutaan,” ujarnya, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, capaian vaksinasi COVID-19 masih terus berjalan walau tidak signifikan. Namun Dinkes Sumsel langsung mendistribusikan pasokan vaksin, ke berbagai daerah di Sumsel setelah mendapat kiriman dari pemerintah pusat.

Dia mengakui, kendala utama menyukseskan vaksinasi COVID-19, adalah distribusi vaksin dari pemerintah pusat. Yang jumlahnya hanya tembus di angka ratusan ribu saja per bulan.

Padahal Gubernur Sumsel Herman Deru terus menerus mengajukan, agar distribusi vaksin COVID-19 bisa mencapai 1,5 juta dosis per minggunya.

“Jika bisa direalisasikan, target kita untuk herd imunity bisa tercapai di awal tahun 2022. Jadi kita berharap, agar pemerintah pusat bisa membagi distribusi Vaksin ini sesuai porsi yang dibutuhkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Aron, warga Prabumulih Sumsel menuturkan, dia malah menunggu vaksinasi ketiga kalinya, untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

“Sudah dua kali divaksin, mau yang ketiga kalinya. Masih menunggu yang mana bisa, yang jelas saya mendukung program percepatan vaksinasi oleh Pemprov Sumsel,” katanya.