Ilustrasi

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sungguh kasihan sekali, seorang ibu terancam kehilangan rumah miliknya. Lantaran rumah yang ditinggalinya itu akan direbut oleh dua anak tirinya.

Cerita tragis itu diutarakan oleh, Achmad Azhari SH kuasa hukum sang ibu tiri. Dia menuturkan kliennya berinisial DW (48) digugat dua anak tirinya GP (25) dan IJ (20).

“Dua anak tiri klien kami menginginkan harta berupa rumah dengan harga Rp 800 juta. Padahal rumah itu sebelum menikah dengan suaminya sudah dimiliki. Karena dibeli menggunakan uang pribadi,”katanya saat dibincangi bersama rekannya Paulu Rosi, Martha S.A. Hutabarat, dan Tara Febri Ramadan di Pengadilan Agama Jakabaring Senin,(6/9/2021).

Tim pengacara ibu DW dari Achmad Azhari SH dan partner

Kronologis diceritakan kliennya menikah dengan suaminya SP (55) di tahun 2008. Sedangkan suaminya telah bercerita pada tahun 2007, namun memiliki dua anak GP dan IJ.

Lalu suaminya meninggal pada tahun 2020. Bahkan pada tahun 2021 kedua anak itu telah diberikan harta waris oleh mendiang suaminya.

“Mereka sangat tega karena di usia senja rela merebut rumah yang ditinggali ibu tirinya itu. Padahal kedua anak tirinya itu diperlukan baik olehnya dan telah dianggap seperti anak kandungnya sendiri,”ujarnya.

Diakui dia sendiri bersama kliennya tengah mencoba melakukan mediasi kepada dua anak tiri tersebut. Dia berharap kasus ini selesai karena terlalu pilu apabila anak tega melakukan tindakan tersebut.

“Kita masih berupaya melakukan mediasi. Semoga semuanya mendapatkan solusi terbaik. Sebab hubungan antara keluarga jauh lebih penting dari pada harta,”pungkasnya