Polrestabes Palembang mengagalkan penyeludupan baby lobster senilai Rp 14 Miliar

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Seorang driver Aziz Septiansyah (42) warga Lampung ditangkap Unit Pidana Khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polrestabes Palembang.

Dia kedapatan membawa 18 boks yang berisikan 91,456 baby lobster atau benur senilai Rp14 miliar dari Labuan Ratu, Provinsi Jawa Barat menuju Provinsi Jambi.

Penangkapan ini terjadi di Jalan Sriwijaya Raya, tepatnya depan Pintu Tol Keramasan, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Jum’at (10/9/2021) sekitar pukul 01.00.

Ditemui di Polrestabes Palembang, Aziz mengatakan, dia tidak mengetahui jika yang dibawanya itu baby lobster. Oleh karena itu, dirinya mau disuruh membawa benur.

Driver ini diamankan bawa baby lobster senilai Rp 14 miliar

“Saya tidak tahu kalau itu baby lobster. Setahu saya bibit udang pak. Jadi saya mau membawanya dari Labuan Ratu ke Jambi. Saya diupah Rp1 juta,” katanya.

Dia mengungkapkan, hanya bertugas sebagai sopir yang mengantarkan benur kepada penerima yang sudah menunggu di Jambi.

“Saya benar-benar tidak tahu. Disuruh antarkan ke Jambi dan menghubungi ke nomor yang mereka berikan. Sudah empat kali pak selama dua minggu ini,” tambah bapak dua anak ini.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira didampingi Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi mengatakan ungkap kasus ini tindaklanjuti penangkapan baby lobster bulan lalu.

“Kita membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus benur. Hasil penyelidikan, berhasil mengidentifikasi kendaraan yang sudah dimodifikasi untuk membawa benur sebanyaknya,” tuturnya.

“Lalu kita lakukan penangkapan di depan pintu tol Keramasan. Dari mobil tersebut kita temukan 18 boks berisikan 26 kantong yang setiap kantongnya 200 baby lobster,” jelasnya.

Masih dikatakannya, setelah dilakukan pemeriksaan didapati 83.200 benih lobster jenis pasir dan 8.256 jenis mutiara.”Jika diuangkan mencapai Rp14 miliar,” kata Irvan.

Pihaknya akan melakukan pengembangan guna untuk mengungkap kasus ini. Dirinya menjelaskan, bibit lobster yang dibawa pelaku berasal dari Labuhan ratu menuju Jambi.

“Pelaku akan dijerat pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan ancam delapan tahun penjara,” pungkasnya.