Wawako saat meninjau vaksinasi pelajar di Palembang

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Bersama Badan Intelijen Negara (BIN) Sumatera Selatan, Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda tinjau pelaksanaan vaksinasi sinovac pelajar SMP di Palembang jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yakni di SMPN 9 serta SMPN 10 Palembang.

“Alhamdulillah hari ini pelaksanaan vaksinasi Sinovac untuk anak-anak dosis pertama sudah dilakukan bersama BIN,” kata Finda nama sapaan akrab Wawako, Senin (6/9/2021).

Dia menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi sinovac untuk para pelajar tersebut juga tak luput dari ide Badan Intelijen Negara yang juga memiliki sarana prasarana, sehingga pelaksanaan vaksinasi tersebut dapat betul-betul berjalan.

“Kita berterima kasih sekali kepada BIN yang sudah ikut serta sesuai dengan arahan bapak Presiden dalam pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak,” ujarnya.

“Ada sekitar 750 anak-anak yang dibagi tiap tahapan dari total 1.500. Untuk hari ini SMPN 9 dan SMPN 10 yang cukup beruntung,”ujarnya

Dengan dilakukannya vaksinasi sinovac, pelaksanaan sekolah tatap muka sangat diharapkan Fitri untuk dapat betul-betul bisa terlaksana dengan baik

“Tentu anak-anak juga belajarnya tidak begitu optimal kalau belum sekolah tatap muka, sehingga sekolah tatap muka betul-betul diharapkan dapat berjalan dengan sempurna,” harapnya.

“Untuk kota Palembang sendiri, ada sekitar 129 ribu anak-anak yang harapan kita bersama-sama dengan BIN dapat dilakukan vaksinasi Sinovac,”pungkasnya

563 Pelajar SMP N 9 Lakukan Vaksinasi

Kepala Sekolah SMPN 9 Palembang, Komalawaty.

Dengan target sebanyak 750 perserta, kurang lebih 563 pelajar SMPN 9 Palembang jalani vaksinasi sinovac dosis pertama. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 9 Palembang, Komalawaty.

“Total siswa SMPN 9 sebanyak 560, tetapi untuk memenuhi kuota sebanyak 750 maka kami meminta pelajar dari SMP Negeri 57 serta keluarga daripada guru untuk bergabung vaksin di SM N 9 sebagai tambahannya,” katanya.

Dikatakannya, saat ini pikaknya lebih fokus terhadap vaksinasi peserta didik, meskipun ada beberapa wali murid pelajar yang juga memiliki keinginan untuk ikut dalam vaksinasi.

“Untuk wali murid yang ingin divaksin kami memang belum tawarkan, karena takutnya nanti tidak terpenuhi untuk peserta didiknya,” ujarnya.

Disampaikannya, dalam teknis Tenaga Kesehatan (Nakes), pelaksanaan vaksinasi dibuka sesuai dengan target vaksinasi itu sendiri.

“Jadi mereka sudah menyiapkan 750. Artinya, kalau direncanakan habis 750 ini artinya tidak ada vaksin yang tidak terpakai. Dan targetnya habis untuk hari ini,” tuturnya.

Komala menjelaskna, bahwa ada juga beberapa orang tua yang masih mempertanyakan terkait kewajiban vaksin dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Apakah boleh ikut pembelajaran tatap muka jika belum divaksin?, ya tentu boleh, karena belum menjadi keharusan. Yang utamanya adalah guru dan juga tenaga pendidik yang ada di satuan pendidikan yang harus sudah divaksin semua,”pungkasnya