Pedagang bendera 17 Agustus mulai ramai di Palembang

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Sejumlah pedagang bendera 17 Agustus mulai terlihat berjualan seputar jalan protokol di Kota Palembang, Selasa (2/8/2021) di jelang Hari Kemerdekaan Indonesia.

Saat Detak-Palembang.com mengajak para pedagang berbincang-bincang ternyata ada yang menarik. Lantaran mereka menyebutkan penjualan bendera merah putih tak terdampak Covid-19.

Seperti diutarakan Pedagang Bendera 17 Agustus di Jalan A. Yani kawasan Plaju Hendra (24) mengatakan, penjualan bendera merah putih tidak mempengaruhinya selama Covid-19.

“Tidak terdampak seperti pedagang lainnya. Agustus tahun 2020 itu sudah mulai Covid-19 mala saya dapat untung Rp 1,5 Juta. Dibandingkan sebelum Covid-19 Agustus 2019 saya berdagang hanya dapat Rp 1 juta saja,”katanya.

Menurutnya faktor itu disebabkan masyarakat membeli bendera 17 Agustus sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Hal itu secara sadar seakan-akan telah menjadi kewajiban.

“Setiap tahun warga pasti beli bendera untuk di rumah. Karena sudah menjadi kebiasaan memasang bendera merah putih di hari 17 Agustus,”ucapnya.

Hal itu juga diutarakan Mamat (37) Pedagang di Jalan Merdeka. Dia menyebutkan sepi ramai pembeli bendera tidak ada hubungannya dengan pandemi. Mereka ada ukuran sendiri saat ramai dan sepinya pembeli

“Mulainya awal bulan Agustus. Untuk pembeli di tanggal 8 Agustus sampai 10 Agustus itu sudah mulai ramai. Kalau tanggal 16 Agustus biasanya kita semua sudah tidak jualan lagi. Tidak ada kendala mau Covid-19 tetap seperti itu ramai atau sepinya pembeli,”jelasnya.

Untuk harga bendera merah putih ukuran besar Rp 75 ribu, ukuran sedang Rp 50 ribu, kecil Rp 25 ribu dan paling kecil Rp 10 ribu.

Sedangkan tipe lainnya seperti umbul umbul Rp 50 ribu. Lalu bendera merah putih berukuran panjang biasanya diletakkan di pinggir gedung kantor di hargai Rp 450 ribu