Karikatur LPM Limas FISIP UNSRI Bikin Heboh

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Beberapa waktu lalu sempat heboh mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) terancam skorsing kuliah oleh pihak kampus.

Saat dilakukan penelusuran oleh Detak- Palembang hal itu ternyata dari produk jurnalis LPM Limas FISIP Unsri berupa karikatur. Karikatur itu adalah gambaran yang dikemas oleh LPM Limas berlatar belakang demo mahasiswa tentang  Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Karikatur tersebut muncul di media sosial milik LMP Limas, selama sepekan ini. Dua karikatur itu menggambarkan kritikan mahasiswa atas pembayaran uang kuliah penuh (UKT full) namun proses pembelajaran masih berlangsung secara daring.

Tampak adanya sosok mahasiswa yang seolah kebingungan dengan kebijakan UKT full. Di karikatur lainnya juga menampilkan kata UKT full. 

Dalam pernyataan sikap AJI Palembang, setelah mengetahui adanya tindakan represifitas itu, berupa ancaman sanksi akademik yang diberikan kepada pengurus karena perkara karya jurnalistik yang diterbitkan LPM Limas tersebut.

“AJI Palembang menganggap sanksi akademik seperti ini merupakan tindakan represif kampus, apalagi diberikan kepada para jurnalis kampus,” kata Ketua AJI Palembang, Prawira Maulana, Jumat,(13/8/2021)

Saat dihubungi Pimpinan Umum LPM Limas FISIP UNSRI Shintia membenarkan, awalnya mala pihaknya sempat mendapat ancaman DO. Lalu ancaman sangsi berubah menjadi skorsing dari pihak Dekanat FISIP UNSRI.

“Sekarang kami berencana akan bertemu rektor. Semoga saja masalah selesai dan tidak ada sangksi kami dapatkan. Karena karikatur itu produk jurnalistik kami LPM Limas dan juga ada dasarnya. Semestinya diobrolin secara keluargaan dan diselesaikan saja jangan sampai ada skorsing,”ujarnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Dekan FISIP UNSRI Sobri enggan memberikan komentar. Dia menyebutkan tidak ada masalah dan semua itu sudah selesai.

“Tidak ada apa-apa kok,”katanya