Kepala Dinkes Sumsel Lesti Nuraini (Detak-Palembang.com)
Kepala Dinkes Sumsel Lesti Nuraini (Detak-Palembang.com)

Detak-Palembang.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus gencar menggelar vaksinasi massal, untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Kali ini, Sumsel menerima pulihan ribu dosis vaksin Moderna dari pemerintah pusat, yang akan dikhususkan bagi tenaga kesehatan (nakes) di Covid-19.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Susmel Lesty Nurainy, sebanyak 44.000 dosis vaksin tersebut, baru sampai di Kota Palembang pada hari Kamis (29/7/2021).

Vaksin tersebut akan diberikan ke 49.000 nakes di Sumsel. Namun untuk kelanjutannya, Dinkes Sumsel masih menunggu intruksi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Vaksin Moderna sendiri, menurut Lesty, menjadi booster bagi nakes. Dan akan menjadi tahapan vaksinasi ketiga, yang ditujukan bagi nakes yang sudah menjalani vaksinasi kedua.

“Terlebih untuk nakes yang menjadi orang pertama, yang berdekatan dengan Pasien Covid-19,. Apalagi kasus Covid-19 saat ini kembali melonjak,” ucapnya.

Dinkes Sumsel juga masih menunggu pendistribusian vaksin tahap kedua, dari program 1 juta vaksin per hari, yang sudah dilakukan dari tanggal 26 Juni 2021 hingga 30 Juni 2021 lalu.

Menurutnya, ada 22.000 orang yang menjalankan vaksinasi di program tersebut. Namun seharusnya, penerima vaksin tersebut sudah menjalankan vaksin tahap kedua.

“Tapi kendalanya, baru ada 11.000 dosis tahap kedua, yang disalurkan. Jangan sampai mereka telat melakukan vaksin tahap kedua,” ujarnya.

Vaksinasi untuk seluruh segmen di Sumsel, lanjut Lesty, hingga saat ini sudah dilakukan ke sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sebanyak 98 persen.

Lalu ke warga lanjut usia (lansia) sebanyak 13,7 persen dan pelayanan publik sektor esensial terakumulasi sudah lebih dari 100 persen.

Sedangkan untuk pelajar atau usia remaja 12-18 tahun, tercatat 1.661 orang atau 0,2 persen dari target 846.683 orang.

“Untuk masyarakat umum yang tergolong rentan, ada sebanyak 183.232 orang atau 4,18 persen baru melaksanakan vaksinasi dosis pertama,” katanya.