Penerapan ganjil genap di Kota Palembang

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Penerapan kendaraan genap ganjil di Palembang dinilai hanya untuk menekankan lonjakan penyebaran Covid-19.

Hal itu diutarakan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengatakan, kebijakan itu akan selesai pada 16 Juli nanti. Namun bisa saja akan kembali diperpanjang.

“Ganjil Genap bisa saja ada perpanjangan. Tetapi masyarakat Palembang jangan khawatir tidak ada penindakan,”katanya Kamis,(8/7/2021).

Diakuinya apabila masih ada kendaraan saat ganjil masih menggunakan nopol genap hanya disuruh berbelok. Tetapi pihak tidak menerapkan sanksi tilang.

“Kita belokan saja bersama anggota Dishub dan Pol PP dilapangan. Itu tadi tujuan untuk menguraikan mobilitas di jalanan,”ujarnya.

Menurutnya tujuan ganjil genap agar masyarakat Palembang sadar kondisi pelik saat ini. Terlebih lagi Palembang berstatus zona merah dengan jumlah penyebaran Covid-19 terus tinggi.

“Kita ingin masyarakat sadar Palembang lagi rawan Covid-19,”ujarnya.

Dia berharap masyarakat mengerti beragam kebijakan dilakukan seperti ganjil genap dan adanya pembatasan jam malam pukul 21.00 WIB. Lalu kebijakan baru pengetatan PPKM Mikro pada pukul 17.00 WIB demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Bukan semata-mata melarang dan membatasi masyarakat. Memobilisasi orang itu sulit sangat sulit. Makanya beragam kebijakan kita lakukan demi masyarakat juga,”pungkasnya

Sementara itu, peraturan kendaraan genap ganjil akan berlaku di empat jalan protokol.

Keempat jalan tersebut yakni jalan Kapten A. Rivai, Jalan POM IX, jalan Angkatan 45 dan jalan Merdeka. Pelaksanaan kendaran genap dan ganjil akan berlangsung selama enam jam, yakni dari pukul 16.00 WIB – 22.00 WIB.